Archive for May 2007

Blackberry

May 19, 2007

BlackberryTebaran racun di milis Gadtorade bener-bener membuat saya memikirkan Blackberry. Apakah saya sudah membutuhkan gadget yang satu ini? Atau, haruskah saya mencoba kekuatannya?

Saat ini saya masih setia menggunakan Pocket PC bermesin HTC BlueAngel. Sudah beberapa tahun menggunakannya, dan belum bisa berhenti atau berpaling ke lain gadget. Kelengkapannya dalam mendukung mobilitas saya sudah teruji sepenuhnya. Apalagi setelah di-upgrade ke Magneto.

Salah satu kelengkapan yang paling sering saya gunakan adalah segala yang terkoneksi dengan internet. Browser, messenger, atau email client. Walau masih mengusung teknologi 2,5 G, –beuh, padahal sekarang udah jaman 3,5G-, tetap saja device ini sudah berhasil membuat saya ‘autis’. Dari serunya chatting, sampai membaca ratusan email dari groups favorit. Anteng, walau -mungkin- ada badai datang… 😉

Kecintaan saya terhadap device ini agak tergoyahkan untuk selintas melirik teknologi lain yang mempromosikan kemudahan beremail. Blackberry. Sebenarnya saya sudah mengenal blackberry sejak awal teknologi ini mulai beredar di Indonesia. Seorang rekan memperkenalkan mesin blackberry, saat dia ditugaskan untuk mencoba layanan ini dengan salah satu provider di sini. Saat itu, alat yang dikembangkan oleh perusahaan Canada yang bernama Research In Motion (RIM), sama sekali tidak menggugah rasa penasaran saya. Walau dengan teknologi push emailnya itu sekalipun. Bentuk dan tampilan layarnya bisa menjadi salah satu penyebab. Kaku dan tidak menarik.
(more…)

Advertisements

Dan, Keputusannya Adalah..

May 1, 2007

Tiga bulan berputar-putar di berbagai tempat di pinggiran Jakarta, akhirnya saya bisa memutuskan lokasi yang tepat untuk dijadikan rumah tinggal. Vila Dago Pamulang. Saya memang sempat mencoret perumahan ini di awal survey beberapa bulan lalu. Alasannya, waktu itu masih terkaget-kaget dengan jarak dan akses yang dilalui.

Belajar dari setiap perumahan yang saya datangi, terbiasa dengan survey jarak jauh, akses yang bervariasi, sampai harga dan spek rumah, rasanya Vila Dago memang jadi pilihan yang pas untuk saya, saat ini.

Saya sempat mendatangi beberapa perumahan yang memiliki harga serupa. Yaaa, harga menjadi patokan pertama saya dalam mencari rumah. Dari harga, dilanjutkan dengan survey lokasi, spesifikasi bangunan, serta lingkungan dan akses jalan.

Pertama, harga. Dengan dana sedikit, saya tidak berharap mendapat rumah besar di Menteng atau Pondok Indah :-D. Di Vila Dago, lahan seluas 120 meter sudah dapat dibayar dengan dana yang saya miliki. Bila dibandingkan dengan harga perumahan di Depok dan Bekasi pun, dengan tipe yang sama, harga bisa lebih murah.

Kedua, lokasi. Lokasi yang saya maksud adalah posisinya dengan tempat saya bekerja dan bersosialisasi. Jarak memang masih terbilang jauh dengan lokasi saya bekerja. Namun, bila diperhitungkan dengan aktivitas sosialisasi -yang banyak di Selatan Jakarta-, Pamulang menjadi lebih efisien dibanding Bekasi/Pondok Gede. Pada detik terakhir sebelum memutuskan membeli di Vila Dago, saya sempat bimbang memilih dan membandingkan dengan Jatisari Permai di Pondok Gede. Sampai-sampai saya harus jalan dari Pamulang ke Pondok Gede untuk lebih memantapkan pilihan. Perjalanan pulang dari Jatisari, melalui jalan yang masih gelap, sepi, dan pemandangan yang basi di Kalimalang. Coba bandingin dengan Mahakam atau Barito.. 😉
(more…)