Archive for the ‘Gadgetory’ category

Nexus One Vs HD2

June 14, 2010

Karena yang gue pegang duluan adalah Nexus, gue coba mulai review dari ponsel sexy ini.

N1

Hardware

Dari tampilan, gue merasa ponsel ini sangat sexy. Lekuk tubuhnya sangat aduhay dibanding beberapa superphone lain yang biasanya berbentuk kaku. Dari fisik, tidak ada nama merk atau seri di sisi depan. Hanya stempel Google yang menghias di body belakang.

Ini lumayan membantu bila ada orang iseng yang suka comment kenapa gue seneng gonta ganti HP. Tinggal bilang aja, ini HP china. Habis perkara. Karena biasanya mereka suka bawel kalo liat HP baru. Kalo HP china, selesai.

Layar 3,7” sudah cukup lega untuk membaca ebook, atau browsing. Teknologi amoled terlihat lebih tajam dan menarik. Touch button menyatu dengan screen. Plus trackball yang memudahkan kita untuk select text.

Software

Lanjut ke daleman OS-nya. Dengan Android 2.1 (out of the box), nexus one sudah terasa stabil dan cepat. Prosesor 1 Ghz-nya sangat berasa untuk buka dan tutup aplikasi. Nyaris tanpa lag. Setup email dan configurasi juga mudah. Karena ini milik google, dengan mendaftarkan user gmail, semua langsung terkait antara email (gmail appz), Gtalk, sampai ke market. Selesai mendaftar, kita langsung bisa menggunakan semuanya tanpa perlu setup satu-satu. Termasuk contact list bila kita aktifkan google sync.

Saat ini, nexus one sudah bisa upgrade ke OS google varian berikutnya, Frozen Yogurt (Android 2.2). Jadi review akan berkiblat ke OS ini.

Gue coba mereview beberapa aplikasi yang biasa digunakan sehari-hari. Pertama adalah email. Ini aplikasi email paling hebat yang pernah gue pake. Kalo kata BS, gokil abis. Full integrasi dengan gmail web. Nyaris semua fungsi bisa kita dapatkan di sini. HTML email, attach file, preview attachment, dan lain-lain. Threaded emailnya sempurna, send and receive cepat, dan bila jaringan lagi busuk, tidak takut untuk double send seperti di gmail apps BB. Gue pernah coba kirim ratusan email dalam beberapa menit. Semua email terkirim dengan sempurna. Intinya, ini management email terbaik yang pernah gue coba di ponsel. BB yang dilengkapi gmail plugin pun gak bisa ngalahin kenyamanan beremail di sini.

Aplikasi kedua yang sering gue pake adalah chat. Gtalk terbaik di sini. Untuk YM, bisa menggunakan banyak aplikasi yang tersedia di Market. Banyak juga yang free.

Hal menarik lainnya di android adalah Market. Ribuan aplikasi gratis dan powerfull tersedia di sini. Dari aplikasi internet, office, game, sampe yang esek-esek pun ada. Update setiap aplikasi juga cepat. Gak akan bosen deh untuk mencoba hal baru di Android. Untuk yang versi inul, ada juga lho pasar gelapnya, biasa disebut pasar malam di milis sebelah.

Aplikasi multimedianya lengkap. Dari nonton film, putar music, sampai edit-edit photo asik banget. Aplikasinya juga bervariasi. Sayang N1 belum ada radio tuner.

Masih banyak aplikasi lain yang disiapkan android, untuk meracuni rekanan kita. Dari live wallpaper, shazaam, sampai game dengan berbagai pilihan. Dari semua aplikasi itu, semua seakan menyatu. Contohnya, bila kita ambil photo, hasilnya bisa langsung dishare lewat beberapa aplikasi. Nice banget.

Stabilitas

Dari sisi stabilitas OS, Android ini seperti OS ponsel-ponsel jaman dulu. Nyaris tanpa hang, atau bisa dibilang, gak pernah hang. Crash hanya terjadi bila ada program yang force close. Tinggal kita klik force close, system back to normal dalam hitungan detik. Tanpa pencet tombol reset, dan tanpa cabut battery 3 menit. Indah sekali.

Gue udah terpukau dengan Frozen Yogurt. Bagaimana nanti bila Ginger Bread keluar yaa?

Yang masih pengen menggunakan Éclair (2.1), bisa dicoba rom Cyanogen. Gue pake ini, dan lebih baik dari stock ROM.

Dengan gaya pemaikaian sama di BB Storm, gue bisa 3 kali restart dalam sehari. Mirip kayak WM jaman dulu…


Battery

Untuk pemakaian yang sama, daya tahan Nexus One bisa mengimbangi BB Storm. Beda-beda tipis lah. Apalagi kalo pasang aplikasi-aplikasi model Juice atau apn droid untuk mengatur alur data yang masuk. Bisa lebih irit lagi.

Gue dengan pemakaian lumayan aktif, ribuan email dalam sehari, chat, browsing, dan game ringan, cabut jam 6 pagi, bisa tahan sampai jam 6 sore.


Kelemahan

Daya tangkap sinyal 3G agak kurang untuk daerah dengan sinyal seadanya. Di rumah gue, HD2 bisa dapet HSDPA, tapi Nexus cuma dapet EDGE. Tapi untuk di daerah yang sinyal 3G-nya stabil, ponsel ini gak kalah daya tangkapnya.

Kelemahan kedua adalah speaker. Suaranya terbilang kecil untuk ukuran ponsel sebesar ini.

HD 2

Hardware

Kecepatan prosessor sama dengan Nexus One, 1Ghz. Kayaknya ini bakalan jadi standar untuk superphone berikutnya. Button terpisah dari layar. Beberapa orang lebih menyukai ini dibanding touch button di Nexus. Mencetnya lebih berasa. Ini juga mirip dengan tombolnya Desire.

Kalo di Nexus polos, bagian depan HD2, ada stempel HTC di bawah layar. Jadi gue gak bisa bilang ini HP china lagi. Nama ini lebih familiar dibanding Nexus One. Bagian belakang ada tambahan ’With HTC Sense’.

Yang paling menarik dari tampilan HD2 adalah layarnya. Ini yang gokil banget. Dunia serasa lega bila memandang ke sini. Buat baca ebook, email panjang, atau nonton flv kepuasannya tiada tara. Tapi, walaupun dengan layar segede gaban, HD2 tetap nyaman dipegang. Walau tidak se-sexy Nexus One. Layar gede ini, lumayan eye catching. Gue pernah disamperin orang sewaktu maenan ini di KFC. Dia tertarik melihat besarnya layar, dan gak kuat untuk gak nanya. Hehehe.

Software

HD2 dibundle dengan OS WM 6,5. Kalo yang udah maenan WM dari dulu, menu-nya gak nyusahin. Gak banyak berubah dari jaman WM 5.0. Out of the box, OS HD2 belum bisa dibilang sempurna. Masih banyak lag dan gak berasa kecepatan 1 Ghz.

Yang paling menarik adalah keberadaan HTC Sense. Berasa punya OS baru lagi. Dengan ciri jam digital besar menghiasi layar, plus perkiraan cuaca yang bisa diset update dalam beberapa waktu. Animasinya keren banget. Kalo lagi cuaca cerah, akan ada sinar mentari yang menghiasi layar. Bila berawan, segerombolan awan kelabu berjalan menyisir layar. Dan bila hujan, akan keluar rintik-rintik air, dibarengin dengan wiper yang mengelap layar. Takjub ngeliatnya.

Di deretan bawah, ada deretan icon yang siap digeser untuk menunjukkan menunya. Dari sms, email, twitter, picture, footprint, sampai settingan. Baca email dari sini juga menarik dan attraktif. Walau cuma potongan text file, tapi animasi dan kecepatannya bikin ngiri.

Seperti ritual sebelumnya, gue selalu mencari ROM-ROM terbaik untuk dipasang. Jalan-jalan di XDA-developers, bertaburan OS masakan yang siap hidang. Tapi sebelumnya lakuin HSPL dulu yee…

ROM pertama yang gue coba Artemis. Karena rom ini cocok dengan versi radio gue. Jadi gak perlu update lagi. Pertama pasang, ini ROM cukup menggiurkan. Cepet banget. Di sini baru berasa kehebatan prosesor 1 Ghz. Gak jauh beda dengan android di Nexus. Tapi sayang, sekali crash, gak mau direset. Harus di hard reset *sigh*. Coret deh.

Berikutnya gue cari Energy ROM. Nama ini udah familiar dari review HD2 di milis sebelah. Tapi, berhubung versi radionya berbeda, gue urungkan di awal. Sekarang bulat gue coba ROM ini, dan update radio menyesuaikan dengan requirement.

Versi 11 Juni, dan HTC sense standar, jadi pilihan gue. Harapannya gue masih bisa menikmati keindahan Sense original di sini. Rupanya review kehebatan ROM energy memang bukan isapan jempol. ROM ini sangat cepat, stabil, dengan tampilan icon yang baru. Ini WM yang sangat perfect. Jauh dari hang atau crash yang jadi image sebelumnya. Dan, karena ini diambil dari WM 6.5.5, sekarang email standar sudah dengan menu conversation. Lebih nyaman baca banyak email, bagai di gmail.

Penggunaan aplikasi lain, sama dengan di android. Hanya dengan tampilan yang lebih lebar..

Stabilitas

Out of the box, memang HD2 belum bisa dikatakan stabil. Tapi dengan ROM masakan, HD2 udah sangat stabil dan cepat. Walau belum bisa disamakan dengan ke stabilan OS Android. Harapannya HD2 ini bisa dipasang WP 7, atau bahkan dual boot android. seperti di TP2. Sehingga dengan hardware yang powerful, akan berasa kenyamanan dengan pilihan banyak OS.

Battery

Dengan layar besar dan HTC sense, awalnya gue piker HD2 akan jadi ponsel super boros. Apalagi WM-WM yang pernah gue pake sebelumnya, batereinya bisa dibilang lemah. Gak lebih dari 4 jam dengan koneksi data udah harus di charge lagi. Tapi ternyata dugaan gue meleset. HD2 terbilang cukup irit. Dengan pemakaian yang sama, HD2 masih bisa bertahan di atas 8 jam. Beda dikit dengan nexus one, cukup lah buat gue.

Kelemahan

Dari rangkaian review di atas, kelemahan dari HD2 ada di ROM standard dan battery. Tapi bisa ditanggulangi dengan OS masakan dan battery gendong. Berikutnya adalah market yang seadanya. Aplikasi juga banyakan berbayar. Gak seru, ah. Tapi aplikasi-nya inul banyak juga di forum sebelah.

Oh iya, kalo punya ini, jangan beli case-mate deh. Walau nge-plug di tubuh HD2, buka-nya susah banget. Gak cocok buat yang suka gonta ganti batere atau SIM. Bisa-bisa baret body-nya.

Kesimpulannya, kalo bingung pilih HD2 atau Nexus, gue juga masih bingung sih. Beli aja 2-2-nya. Hehehe…

Sekian.

Advertisements

Storm Dengan OS 5

November 21, 2009

Beredarnya versi leaked Operating System Blackberry versi 5, memang sudah lama terdengar. Dari beberapa forum blackberry, pasti dibahas tuntas keunggulan dan kelemahan dari versi leaked tersebut. Review dari pengguna langsung pun mudah kita temui. Berbagi pengalaman antar pengguna, bisa menjadi dasar, apakah kita akan menggunakan versi tersebut, atau tetap dengan versi yang sudah stabil di handheld kita.

Sebelumnya, saya kurang tertarik untuk mencoba OS versi 5 Storm. Banyak bug yang kurang pas saya dapatkan, hanya untuk mencoba OS baru. Sampai minggu lalu, saya masih bertahan di OS versi 4.7 Official.

Tapi pikiran ini sudah berubah. Tidak kurang dari seminggu yang lalu, situs ternama yang membahas ihwal BB -crackberry- mengabarkan keluarnya OS 5 versi leaked 5.0.0.328. Seperti biasa, saya mengikuti thread ‘finding and fixes’ untuk OS tersebut.

Dari sekian banyak member crackberry yang sudah mencoba, saya melihat lebih dari 90% menceritakan kekagumannya atas OS tersebut. Banyak sisi positif yang didapat, dibanding bug kecil yang dialami. Nah, mulailah saya berpikiran untuk mencoba merasakan dahsyatnya OS 5 besutan RIM ini. OS yang hanya ditanamkan pada device keluaran terakhir milik mereka.
(more…)

Windows Mobile 6.5

May 27, 2009

Beberapa jam setelah membeli HTC Hermes dari forum sebelah, saya langsung upgrade original OS WM 6.0 ke versi WM 6.5 versi masakan.

Asiknya upgrade OS di beberapa device HTC belakangan ini adalah metode upgrade dari SD Card. Ini sesuatu yang menarik. Selain proses-nya yang lebih cepat, rasa ‘aman’ juga didapat. Beda dengan upgrade melalui PC/Notebook.

Sumber OS yang mejadi favorit banyak orang, tentu dari forum xda-developers.com. Banyak pilihan OS dan review langsung dari penggunanya.
Kali ini saya memilih OS buatan Tai_SW, untuk versi 13. Kebetulan, versi dari developer ini menjadi thread yang paling atas pada saat saya browsing WM 6 untuk Hermes. Dan kebetulan pula banyak user yang memberi kesaksian positif untuk versi ini.

Proses download tak berlangsung lama, karena file mentahnya hanya sekitar 50 mb. Setelah mengikuti semua petunjuk upgrade ROM, Windows Mobile 6.5 mulai berjalan di HTC Hermes.

Kesan pertama adalah sensasi perbedaan. Home screen dan tampilan menu berubah total. Penuh animasi yang menarik dikemas dengan huruf yang jauh lebih besar. Dikenal sebagai gaya Titanium. Walau ada pilihan untuk balik ke tampilan versi lama, namun default homescreen 6.5 adalah titanium. Tap tombol star di pojok kiri atas, bukan lagi memanggil scroll menu yang berisi deretan program Windows Mobile, namun langsung masuk ke deretan icon program dan icon setting untuk setup OS sesuai keinginan kita.

Layaknya device Windows Mobile saya sebelumnya, PDA phone ini saya gunakan untuk kepentingan email, chat, dan browsing. Maka, utak-utik pertama kali adalah mencoba outlook mobile yang saya setting untuk menerima email rutin. Untuk yang satu ini, tampilan tidak banyak berubah. Termasuk menu dan kolom-kolom yang harus diisi. Satu hal yang menarik buat saya, kini scroll dengan jari sudah sangat sempurna. Tidak diperlukan lagi scrollbar di sisi kanan. Cukup menggerakkan jari ke atas, bawah, atau samping di mana pun, maka text akan mengikuti pergerakannya. Nice. Kini saya tidak tertarik lagi untuk instalasi email client lain.

Untuk browsing, saya masih setia dengan Opera. Internet Explorer bawaan terasa berat untuk di jalankan di Hermes. Ntah bila dengan device terbaru yang memiliki memori lebih besar. Kebutuhan chat saya percayakan kepada Slick. Selain gratis, aplikasi ini lumayan stabil dan ringan.

Satu hal yang agak mengganjal dari Windows Mobile 6.5, setiap kita memasuki icon atau setup sesuatu, kemudian keluar dengan tombol OK, kita akan selalu dibawa ke menu homescreen. Bukan ke menu sebelumnya. Ini lumayan merepotkan. Terutama bila kita banyak melakukan setting menu atau tampilan WM. Apalagi untuk ukuran saya yang sering gonta-ganti OS atau hard reset.

Kesimpulannya, system operasi bergerak yang layak dicoba. Kita seakan memiliki device baru lagi. Penggunaan jari dimaksimalkan. Bila dipadukan dengan launcher yang banyak tersedia, PDA phone akan menjadi gadget yang sempurna.

HILANG AKAL

February 9, 2009

Demi memenuhi aroma nafsu yang menghilangkan akal baik, dompet tebal berubah tipis seketika. Dimulai dengan pembelian modem pada postingan sebelumnya, sampai penggantian tunggangan sehari-hari.

Setelah membeli modem, keinginan untuk semakin bermobile ria semakin menggebu. Notebook yang ada sekarang semakin terasa berat. Lirikan utama adalah mencari PC yang ringan, kecil, dan reliable. Pilihan jatuh pada Lenovo S10. Saya menggaetnya akhir tahun lalu.

Belum seminggu netbook ini saya sentuh, serasa ada sedikit kekurangan yang mengganjal. Beruntung, ada teman kantor yang sanggup menampung UMPC berwarna putih ini. Esoknya, saya berpaling ke sang pioneer netbook. Asus eee.

Netbook sudah di tangan. Tapi masih ada yang kurang untuk benar-benar mobile. Eee ternyata belum bisa dijadikan gadget pemantau dunia maya di setiap tempat. Jadi, target berikutnya adalah ponsel pintar. Pilihannya menggaet salah satu varian blackberry, atau kembali ke pelukan windows mobile, PDAphone. Setelah banyak menimbang, saya masih terlalu cinta pada PDAphone. Agar masih berbau blackberry, saya mencari PDA yang memiliki keyboard qwerty. Dan pulihan jatuh pada Palm Treo 750V.

Sudah puas dengan formasi bermobile ria, kehilangan akal yang paling besar adalah mengganti tunggangan. Tiger 1997 sepertinya sudah terlalu renta untuk melayani tuannya yang masih segar bugar. Akhirnya, awal tahun ini keluar STNK untuk Tiger Revo bermata jereng.

Tirev

Huawei E220

December 7, 2008

Jum’at 5 December 2008, saya membeli modem untuk koneksi mobile, setelah sekian tahun abuse HP/PDA untuk dijadikan modem. Awalnya, saya cukup puas dengan performa HP untuk koneksi internet via notebook atau PC. Selain mendapat dua fungsi sekaligus, saya juga bisa ber-internet di HP/PDA. Fungsi ini yang membuat saya belum melirik USB modem sebelumnya.

Namun, setelah kemarin saya melepas PDA, melintas iseng ingin mencoba ketangguhan Huawei E220. Kenapa saya pilih ini, jawabannya super simple. Karena type inilah yang bolak balik saya lihat dan baca di milist atau forum yang membahas per-gadget-an. Sekedar informasi, modem ini sudah mendukung koneksi HSDPA dengan kecepatan maksimal 7,2 Mbps. Spek lengkapnya, bisa minta bantuan Om Google.

Buka online store, mencari stok dan siap cash on delivery. Sore itu juga saya minta barang diantar. Setelah saya terima, langsung colok ke notebook. Modem ini sudah bundled driver dan aplikasi di dalamnya. Tanpa CD. Setup sana dan setup sini, akhirnya saya berhasil download internet. 😉

Saat itu, saya masih menggunakan settingan default. Salah satunya untuk koneksi yang WCDMA preferred. Ternyata dengan opsi ini, kecepatan kurang stabil. Bila sinyal HSDPA atau 3G hilang, langsung berpindah ke gprs. Ini yang membuat kecepatan menurun drastis.
(more…)

Tentang Provider

July 4, 2008

Bulan Mei lalu, performance gprs XL sangat mengecewakan. Lambatnya koneksi lebih banyak saya alami pada bulan itu. Bahkan dari bulan sebelumnya. Kesabaran sudah di ambang batas. Dan, berhenti berlangganan XL jadi pilihan paling pas.

Akhir Mei, setelah seluruh proses penghentian layanan XL, saya beralih ke layanan broadband IM2 keluaran Indosat. Dengan pertimbangan berbagai sisi, saya putuskan untuk mengambil paket Eco seharga 160 ribu rupiah untuk 700 mb. Selain untuk mencoba layanannya, pemakain IM2 ini sebenarnya saya posisikan untuk keperluan internet mobile saja. Perkiraan pemakaian mobile, hanya sekitar 500 mb. Berarti paket inilah yang paling cocok. Untuk opsi dengan modem, saya memang kurang tertarik. Selain harganya yang sama saja dengan membeli modem di luar paket, kontrak selama satu tahun terasa memberatkan.

Mencoba koneksi IM2 di sekitaran Pamulang bisa dibilang lebih baik dari XL. Walau ponsel yang saya miliki baru mendukung gprs, koneksi-nya lumayan stabil. Apalagi bila lagi beruntung dapat pinjaman ponsel 3G dari teman serumah. Speed-nya lumayan terdongkrak. Yang mengecewakan justru pada saat menggunakan IM2 di sekitaran Monas. Sebelumnya, saya pernah menggunakan unlimited internet dari Matrix, yang notabene sama-sama produk Indosat. Walau dengan koneksi gprs unlimited yang dikodratkan berjalan lambat, saat itu saya malah merasakan sebaliknya. Dugaannya adalah karena lokasi tersebut sangat berdekatan dengan kantor pusat Indosat di Jalan Merdeka. Kemungkinan mendapat aliran bandwidth berlebih. Namun, IM2 lain hal. Koneksi gprs di sini malah tidak lebih baik dari di Pamulang. Bisa dibilang lebih lambat.
(more…)

Bergaul Dengan Crossbow

September 12, 2007

Sejak awal menggunakan Crossbow di BlueAngel telah membuat saya enggan untuk berpindah ke gadget lain saat ini. Segala sesuatunya menjadi begitu baru dan sempurna. Tampilan baru, menu baru, akses cepat, dan tentu, gengsi yang tak ternilai harganya. 😉

Beberapa menit bergaul dengan aplikasi standar WM 6 buatan Helmi ini, saya langsung menginstal cab tambahan yang disuguhkan Helmi dan Xplode. HTC HomePlugin, HTC Dialer, Live, HTC Streaming sampai Audio Manager, langsung terpasang di BlueAngel. Menjelajah HTC Home, serasa memiliki beberapa aplikasi yang tergabung menjadi satu. Dari shortcut, weather, clock, sampai music player. Profile, device lock, dan speed dial lengkap dengan photo juga langsung terintegrasi dalam HTC Home. Tampilan HTC Dialer juga memberikan suasana berbeda untuk gadget gendut ini. Apalagi dengan tambahan HTC home customizer. Mak Nyuss!
(more…)