Archive for the ‘Komputer’ category

Karena Vista?

November 11, 2006

Sejak sebulan lalu, gue dah kesel banget sama yang namanya gprs Xplor. Dengan biaya flat yang gue keluarin setiap bulan sebanyak 200 ribu (belum termasuk pajak), gue cuma bisa chating doank. Jangankan untuk download, buka portal aja gak pernah tercapai.

Modem internal pun gak bisa terdeteksi oleh operating system lama (WinXP). Mungkin udah error dari dulu kali yaaa, berhubung gak pernah dipake hampir setahun, tuh modem jadi ngambek. Dan niatan untuk pake telkomnyet sebagai pengganti juga gak tercapai.

Kontan, fakir benwith jadi kesan yang gak akan terlupakan kalo gue lagi stay di rumah.

Lagi iseng-iseng berbengong ria, gue coba jalanin OS Windows Vista beta yang pernah gw instal sejak dahulu kala. Niatnya sih mau maen-maen aja dengan OS yang superberat ini. Tapi tanpa disengaja, pas gue nyoba koneksi internet dengan modem ponsel, browsing jadi ngacir. Donlot pun gak masalah. Lho koq?

Pindah Hosting

March 1, 2006

Setelah beberapa waktu ‘agak’ bermasalah dengan layanan idwebhost, per tanggal 27 Februari 2006 domain saya berpindah hosting ke A3plusmedia. Dengan bantuan yang tak terhingga dari Bi[G], proses transfer berjalan mulus.

Sedikit cerita ke belakang, awalnya saya sangat puas dengan layanan dari idwebhost. Selain harganya murah, respon dari customercare-nya pun cepat dan mudah dimengerti. Apalagi untuk newbie seperti saya. Pada bulan pertama sampai bulan kelima, hampir tidak ada masalah berarti yang mengganggu aktivitas domain ini. Walau beberapa kali drop, tapi cepat terselesaikan. Waktunya pun tidak berdekatan.

Masalah mulai timbul pada bulan keenam, kejadian drop dan tidak bisa diakses semakin sering. Baik siang maupun malam hari. Email yang menggunakan domain ini pun jadi sering bounching. Kebetulan mengikuti beberapa milis yang traffic-nya lumayan tinggi, jadi bisa cepat terdeteksi ketika email yang terdaftar dalam milis tersebut bermasalah.
(more…)

Akhirnya Terpasang Juga

January 15, 2006

Beberapa bulan lalu saya hanya bisa termenung-menung diam saja melihat tutorial yang diberikan Priyadi dalam postingan di blog-nya mengenai plugin wordpress Ip To Country hasil karyanya sendiri. Sebagai seorang absolute newbie, tutorial yang diberikan memang sangat membingungkan. Dan yang jelas postingan ini agak basbang bagi yang sudah lama pasang plugin ini di blog-nya. Apalagi hanya berbekal pengalaman sedikit utak-atik css dan php dengan logika sendiri dan ini pun baru dilakukan beberapa bulan lalu. Mungkin untuk tutorial memasang plugin semacam browser detection, cukup bisa ‘ditelan’ dalam jangka waktu beberapa hari. Namun untuk yang satu ini, yang memerlukan pembuatan table pada phpMyadmin dengan sql -atau apalah namanya- jelas-jelas membuat pusing tujuh keliling.

Kata phpMyadmin sendiri baru saya dengar sekitar 2 hari yang lalu. Yaitu ketika saya sedikit bertanya kepada Bi[G] yang saya tahu blog-nya sudah dihiasi dengan plugin ini. Tapi memang dasar orang besar ini agak gemblung, sehabis memberikan sedikit clue, langsung hilang tanpa bekas. Ugh!
(more…)

Memory Itulah Penyebabnya

October 24, 2005

Sudah genap sebulan komputer rumah tidak mau menampakkan nyalinya di layar monitor kesayangan. Hampir tidak ada tanda-tanda sebelumnya kalau komputer ini akan ‘sakit’ selama sebulan. Awalnya memang sudah ada kejanggalan kecil ketika hendak start up. Memory yang sejatinya berukuran 256 mb, jelas-jelas terdeteksi sebesar 1 mb. Namun setelah dilepas dan pindah slot, memory kembali normal. Kejadian ini sempat berulang beberapa kali.

Sampai sebulan yang lalu, keanehan semakin menggila ketika OS sama sekali tidak mau bergerak. Karena beberapa kali direset hasilnya sama saja, maka langsung ambil tindakan tegas, format ulang! Setelah proses format selesai langsung dilanjutkan dengan instalasi OS yang baru. Proses instalasinya sendiri berjalan lancar tanpa hambatan sama sekali. Aplikasi tambahan pertama yang diinstall sudah pasti Mozilla Firefox yang memang disiapkan untuk mencoba browsing. Sampai disini pun tidak ada kendala berarti. Surfing di internet terbilang normal. Test drive selama kurang lebih 3 jam, komputer terlihat sangat normal dengan OS barunya. Kemudian shut down.

(more…)

Radnet Sebagai Pengganti Matrix

October 22, 2005

radnetDengan dikeluarkannya pengumuman resmi dari Indosat mengenai penghentian paket flat internet dan nyatanya berita buruk yang sudah diduga sebelumnya, akhirnya kemarin sore mendaftarkan layanan internet dari provider Radnet. Dengan proses registrasi online dan langsung melakukan pembayaran melalui ATM BCA sebesar Rp 55.000,-, kini tinggal menunggu aktivasi user saja.

Pilihan jatuh pada Radnet dengan paket cerm@t bukan karena terhasut atau termakan bacaan di blog ini. Namun lebih kepada adanya fitur ezyMOVE yang bekerja sama dengan mobile8 yang menyediakan layanan mobile-isp. Dengan adanya fasilitas ini, kita bisa melakukan koneksi internet dengan handphone CDMA dan kartu Fren. Perhitungan pembayaran berdasarkan jangka waktu pemakaian (time based) yang mungkin lebih menguntungkan bila aktivitas download lebih besar dibanding waktu online. Pembayaran sebesar Rp 160,-/menit langsung masuk ketagihan provider tanpa mengurangi pulsa Fren.

Sebenarnya masih ada beberapa provider yang melayani service serupa seperi CBN, Indonet, Centrin dan lain-lain. Tapi dengan segala perhitungan dan pengalaman, kali ini mencoba dengan menggunakan Radnet. Sebelumnya pernah juga menggunakan CBN dengan cara yang sama.

Otomatis penggunaan internet sudah pasti akan sangat terbatas. Jauh berkurang seperti layaknya penggunaan dengan Matrix sebelumnya. Dengan perhitungan jangka waktu akan sangat memberatkan bila penggunaanya disamakan dengan tarif flat.

Tarif flat sendiri rencananya akan ditutup pada akhir minggu ini, walaupun beberapa rekan menyarankan untuk menutupnya sampai akhir tanggal proses. Tapi melihat kebiasaan Indosat yang terkenal ngawur dalam perhitungan pemakaian, rasanya tidak berani untuk mengambil resiko ini. Dua bulan ini saja menerima perhitungan billing internet yang kacau sangat terlihat jelas. Pada bulan September tagihan GPRS mencapai lebih dari 14 juta rupiah, dan dibulan Oktober lebih dari 2 juta rupiah. Padahal, paket flat internet sudah ada dalam detail pemakaiannya. Hal ini pula yang agaknya niat untuk menutup sekalian nomor Matrix semakin besar. Yang menjadi batu sandungan adalah nomor yang sudah didapat terlanjur bagus dan mudah diingat serta nomor berpasangan. Well, lihat nanti saja bagaimana keputusannya. Untuk sementara, masih dengan niat awal hanya dengan menutup paket internet saja.