Archive for the ‘Gadgetory’ category

Siemens SX66

October 15, 2006

Berawal dari keribetan urusan kantor pada Jumat beberapa pekan lalu, saya tidak bisa menyelamatkan XDA2s yang baru saya gunakan beberapa bulan. Hari itu, dengan sukses saya membuat retak touchsreen gadget yang juga dikenal dengan nama Blueangle ini. Ujung meja kantor telah menjadi penyebab berakhirnya penggunaan ponsel yang menggunakan Windows Mobile 2003SE sebagai sistem operasinya.

Sebelum akhirnya harus rela mencari pengganti, saya sempat menanyakan biaya service dan komponen pengganti yang diperlukan. Namun, mengingat harga yang selangit, tampaknya saya berpikir lebih baik membeli ponsel baru. Harga mahal karena selain mengganti touchscreen, LCD pun harus diganti. Kedua komponen ini tidak dijual terpisah. Sebenarnya, dari bantuan Om Google, saya menemukan solusi penggantian touchscreen tanpa harus mengganti LCD. Namun yang menyediakan komponen ini posisinya nun jauh di negeri seberang. Huh!

Untuk sementara, saya sempat tidak tertarik lagi dengan ponsel berlayar sentuh dan lebar. Sempat melirik deretan ponsel 3G bermerk Sony Ericsson. Secara gembor-gembor fitur 3G yang sudah mulai diimplementasikan di negara ini. Namun, setelah berulang kali membaca review berbagai tipe, saya belum bisa juga menjatuhkan pilihan.

Mungkin, kebiasaan menggunakan ponsel berbasis Windows Mobile selama beberapa tahun membuat saya sulit untuk pindah kelain hati. Apalagi dengan dengan bentuk fisik yang besar dan enak digenggam. 😀

Akhirnya, lagi-lagi saya kembali membeli PDA phone dengan spesifikasi yang persis sama dengan XDA2s. Selain OS yang sama, bentuk fisik dan kelengkapan pun nyaris sama. Hanya beda merk dan warna saja. Bahkan ‘bug’ yang ada pun nyaris sama. Ponsel pengganti itu adalah Siemens SX66.

Sesama pengusung aliran HTC Blueangle, saya sudah tidak memerlukan penyesuaian atau tidak perlu direpotkan untuk mencari-cari aplikasi tambahan yang diperlukan untuk menemani aktivitas sehari-hari. Ah, sekarang harus lebih berhati-hati bila melewati ujung meja.. 😉

SX66

Beralih Ke Xplor

May 20, 2006

Lagi-lagi saya harus mengalihkan perhatian ke provider lain untuk memenuhi kebutuhan komunikasi data. Setelah kurang lebih 6 bulan menggunakan Matrix dengan tarif flat-nya, saya harus puas dengan keputusan Indosux untuk menutup paket flat internetnya akhir tahun lalu. Sebagai gantinya, dikeluarkan paket yang kurang pas dengan aktivitas saya.

Kemudian dilanjutkan dengan memakai jasa CDMA Starone dengan paket 1 gb-nya, yang lagi-lagi keluaran Indosux, sampai hari ini.
Dengan paket yang terbatas dari Starone ini, membuat pemakaian internet terasa kurang nyaman. Kekhawatiran akan melewati batas pemakaian sudah pasti membayangi. Berbagai program untuk memblok berbagai jalur yang tidak penting menjadi kebutuhan primer yang harus dipasang.

Bukan sekedar mahalnya biaya yang akan ditanggung dengan berdasarkan kelebihan pemakaian dan kelipatannya, namun keterkenalan Indosux dengan kekacauan billing-nya juga menjadi kekhawatiran tersendiri. Beruntung, selama kurang lebih 5 bulan, pemakaian masih dalam batas paket yang sudah ditentukan.
(more…)

XDA IIs

February 5, 2006

icon_XDA IIsbuy_XDA IIsSetelah tertunda selama beberapa waktu untuk memiliki PDA phone ini, akhirnya pada hari Jum’at 3 Februari 2006 kemarin, berhasil membawa pulang the brand new XDA IIs. Memang sudah sejak menjual XDA II, saya sangat tertarik dengan gadget yang satu ini. Namun, karena dana yang ada selalu terpakai untuk memenuhi kebutuhan yang lain, terpaksa sementara waktu menggunakan beberapa ponsel biasa. Terakhir menggunakan Siemens M65 yang terjual beberapa jam sebelum membeli IIs ini. Patut disyukuri M65 laku hanya dua hari setelah saya iklankan di internet. Sampai hari ini pun, masih ada beberapa orang menanyakan ponsel yang hanya bertahan selama 3 bulan dalam genggaman.

Memang agak telat membeli PDA phone bermesin HTC dari Taiwan ini, mengingat sudah banyak varian baru XDA yang muncul belakangan. Tapi saya sengaja lebih memilih IIs. Tidak tertarik dengan XDA IIi walau dengan dukungan hardware yang lebih bagus dan perbedaan harga yang sangat tipis. Mungkin karena bentuk dan warnanya yang sama persis dengan XDA II. Juga tidak tertarik dengan varian XDA mini karena bentuknya yang terlalu kecil. Sebenarnya ada merk lain yang sempat menyita perhatian, yaitu Dopod 900. Namun dengan harga yang lebih dari 10 juta, rasanya saya harus mengubur keinginan untuk memilikinya dalam waktu dekat ini.
(more…)

Koneksi Starone

December 12, 2005

starwanAlternative pengganti Matrix sebagai media komunikasi dengan internet akhirnya sudah ditemukan. Setelah mencoba koneksi Radnet yang dirasa kurang efisien dengan model penggunaan sehari-hari, akhirnya pilihan terakhir jatuh pada jaringan CDMA Starone yang lagi-lagi disediakan oleh Indosux. Matrix sendiri ditutup pada tanggal 4 Desember 2005 kemarin dengan alasan penghentian program unlimited GPRS.

Resminya mengajukan aplikasi paska bayar Starone pada akhir November dan mulai aktif pada tanggal 6 Desember 2005. Selama beberapa hari ini mencoba menggunakan koneksi dengan menggunakan Nokia 6585 dan kabel DKU5 dengan posisi di sekitar Monas Jakarta Pusat dan kondisi sinyal full. Dibanding dengan Matrix pada posisi yang sama, kecepatan Starone jauh lebih baik dan stabil. Selama 3 hari ini ditest, baru mengalami disconnected sebanyak 1 kali. Berbeda dengan Matrix yang setiap harinya bisa beberapa kali disconnected.
(more…)

Siemens M65

October 31, 2005

Pagi ini ponsel Nokia 6600 sudah berpindah tangan kepada seorang rekan di kantor. Seperti rasa bosan sebelumnya pada ponsel yang sudah menginjak usia tiga bulan semenjak pembelian, ponsel sejuta umat ini pun tak luput dari tradisi tersebut. Walaupun sudah puas dengan service yang diberikan oleh 6600, tapi nyatanya belum bisa juga menghilangkan rasa bosan itu.

siemens1Melengkapi deretan jenis-jenis ponsel yang pernah hinggap, kini pilihan jatuh pada sebuah type yang mengakui dirinya sebagai ponsel yang didesign untuk kalangan dengan gaya hidup dan aktifitas outdoor yang bernama Siemens M65. Ponsel ini akan bersanding dengan Nokia 6585 dan Ericsson T39M di saku celana. Sebenarnya hampir tidak ada kelebihan fitur yang bisa diandalkan bila dibandingkan dengan Nokia 6600 selain design dan tentunya kekuatan outdoor yang memang ditonjolkan semenjak seri M pertama dikeluarkan Siemens. Tidak ada lagu mp3 yang bisa didendangkan. Jangan berharap bisa mendengarkan lagu-lagu dari radio kesayangan. Instalasi software tambahan pun rasanya masih belum sepopuler OS Windows Mobile atau Symbian. Dan sayangnya juga ponsel ini tidak dilengkapi dengan bluetooth yang merupakan media yang seharusnya sudah mutlak untuk ponsel masa kini. Pada paketnya pun tidak tersedia kabel data untuk synchronize maupun transfer data. Jadi total hanya mengandalkan infra merah untuk melakukan tugas-tugas tersebut. Jadi, bila menginginkan ponsel yang bisa digunakan untuk chating, menulis dengan format doc, memutar mp3 player, atau koneksi dengan bluetooth, sebaiknya lupakan ponsel jenis ini.

Keinginan untuk memiliki ponsel ini sebenarnya sudah ada semenjak pertama kali varian seri M ini dikeluarkan. Namun karena waktu itu masih terkonsentrasi pada merk Sony Ericsson dan O2, niat membeli ponsel ini diurungkan dahulu. Sekarang, setelah rasa bosan pada beberapa merk tersebut diatas semakin kuat, lirikan mata kembali tertuju pada ponsel ini. Pilihan pun juga didorong atas keinginan melengkapi sejarah kepemilikan seri-seri M sebelumnya dari M35, ME45, dan M55.

siemens2

Fungsi outdoor juga mudah-mudahan dapat diandalkan menemani perjalanan sehari-hari dengan tiger kesayangan. Kepuasan pada bentuk dan performanya seakan menelan segala kekurangan yang ada. Ditambah lagi akses yang lebih cepat dalam navigasi menu dibandingkan Nokia 6600 ataupun Motorola E398. Tapi sekarang yang terpenting, sanggup berapa lama ponsel ini tetap diam disaku celana sebelum kebosanan muncul dan keinginan untuk memiliki ponsel jenis lain kembali datang. Kita tunggu saja berita selanjutnya.

siemens3

Berikut fitur lengkap Siemens M65:
* TFT display: 65,536 colours, 132 x 176 pixels
* Integrated VGA camera (640 x 480 pixels) with video recording
* Integrated handsfree speaker
* Polyphonic ringtones
* Messaging: SMS (with T9 predictive text), MMS, email
* Downloadable Java™ games
* Screensaver
* Alarm, stopwatch, countdown timer, reminder, calculator, currency converter
* Programmable softkeys
* Vibration alert
* Connectivity: USB, RS232 cable, IrDa, fax modem
* Memory: 11.5 Mbytes
* WAP, GPRS
* Triband
* Size: 109 x 49 x 19 mm
* Weight: 104g
* Talktime: up to 5 hours
* Battery standby: up to 300 hours

Berita Baik dan Berita [hampir] Buruk dengan Matrix

October 1, 2005

Hari ini menerima berita mengenai pembebasan biaya roaming untuk Kartu Matrix per tanggal 01 Oktober 2005. Tentu ini merupakan berita baik bagi pengguna kartu paska bayar keluaran Indosat tersebut. Sebelumnya, Matrix selalu mengenakan biaya roaming bagi pelanggan yang menerima telepon di luar wilayahnya. Hal ini sangat memberatkan terutama bagi orang yang sering pergi keluar kota. Biaya menerima telpon ini terkadang lebih besar daripada melakukan panggilan.

Kebijakan Indosat ini mungkin mengikuti saingan terberatnya Telkomsel yang sudah membebaskan biaya roaming pagi pelanggan paska bayar beberapa bulan silam. Dan yang pasti, sebagai pelanggan kedua provider tersebut rasanya lengkap dan puas dengan kebijakan baru ini.

Tapi, pada hari yang sama, seorang teman yang sedang berada di Galery Indosat mengabarkan bahwa pendaftaran tarif flat internet sudah ditutup per 01 Oktober 2005 juga. Dan bagi yang sudah terdaftar akan diberi kesempatan untuk menutup flat internet-nya sampai akhir tahun 2005.

Terkejut mendengar berita ini, dan segera mencari informasi yang berkaitan dengan pemutusan tarif flat internet ini. Dan benar saja, dari forum ini, forum itu dan informasi dari beberapa rekan lain, mengatakan bahwa kebijakan tersebut memang benar adanya. Walaupun belum ada konfirmasi resmi dari Indosat, rasanya perubahan ini akan menjadi kenyataan.

Jelas ini merupakan mimpi buruk sebagai pengguna setia layanan flat internet. Bila ini sudah benar-benar terjadi, sudah tidak ada jalan lain untuk melakukan koneksi internet. Terutama pada jam kantor, mengingat sudah diputusnya koneksi internet kantor sejak beberapa bulan lalu dan sebagai penggantinya selalu mengandalkan tarif flat dari Matrix.

Opera 8.0 Mobile

September 11, 2005

opera 8.0Bermula dari keisengan buka-buka website Opera dari ponsel sambil menunggu film diputar, sempat membaca versi terbaru dari Opera For Symbian, yaitu Opera 8.0. Bila dilihat dari log-nya, versi ini keluar pada tanggal 13 Juli 2005.

Selama ini menggunakan versi 6.1, walaupun sebelumnya juga sudah pernah mencoba versi 7.0. Sebenarnya sudah merasa puas dengan versi 7, namun berhubung versi ini hanya mendapatkan versi shareware, jadi hanya diberi kesempatan mencoba dalam 14 hari. Untuk yang versi 6.1, kebetulan mendapatkan versi yang full dari sebuah yahoogroups. Selama menggunakan versi 6 ini, banyak sekali kekecewaan yang dialami. Entah karena memang dari software-ya, atau mungkin dari OS 6600-nya. Tapi yang jelas, belum enak untuk dibuat browsing, terlebih dengan proses start up yang sangat lambat.

Setelah membaca detail versi 8.0, menemukan poin yang membuat tertarik untuk download software-nya. Dikatakan bahwa versi ini menyediakan upgrade gratis bagi yang sudah mempunyai opera full versi sebelumnya. Tanpa pikir panjang, langsung download dari ponsel. Tapi beberapa kali melakukan download, prosesnya gagal terus.

Karena tak sabar untuk terus mencoba, kali ini download dilakukan dengan PC dirumah. Proses download pertama langsung berhasil, dan diteruskan dengan proses instalasi di ponsel. Awalnya instalasi dilakukan tanpa membuang versi sebelumnya, karena dipikir bisa dengan proses upgrade. Namun setelah instalasi selesai, opera tidak dapat dijalankan. Vonis kesalahan adalah pada software mentah hasil download yang mungkin tidak sempurna, jadi segera melakukan download ulang dengan server yang berbeda.

Setelah selesai, proses instalasi dilakukan dengan cara yang sama persis dengan yang pertama. Hasilnya kembali gagal. Akhirnya coba-coba untuk membuang versi sebelumnya dan langsung dilanjutkan dengan instalasi normal. Finished, dan langsung dicoba. Berhasil!
Salah satu percobaannya adalah dengan melakukan postingan sebelum ini.

Kini Nokia 6600 sudah dilengkapi dengan opera versi terbaru yang lebih enak untuk melakukan browsing dan cenderung lebih cepat. Yang paling menyenangkan adalah versi ini sudah full dengan sendirinya.

Berikut beberapa kelebihan dari Opera versi 8.0, dikutip dari website resminya:

1. Based on the latest core rendering engine
Browsing on a mobile device should not lessen the Internet experience. The mobile browser is based on the latest technology found in the desktop versions of Opera 8, with extensive Web standards support. For you, this means you will get access to more pages than ever before from your mobile. Read more about specifications supported in Opera 8 for Series 60.

2. Improved Small Screen Rendering
After introducing Small-Screen Rendering (SSR) in 2002 to reformat Web pages to small screens, Opera has continued development to make the Web fit your handheld device. The latest Opera 8 features Color Small-Screen Rendering (CSSR), which allows you to keep more of the original site design and layout than the previous version. Select “Speed” mode over “Quality” to get more basic page rendering which is approximately 25% faster.

3. Speed
Opera 8 has significantly improved performance, particularly with 3G-enabled phones. On slower networks we recommend using our Mobile Accelerator to get faster speeds and smaller data transfers. If you have a 3G-enabled phone, such as Nokia 6630 or 6680, you will have a browsing experience with Opera 8 not previously seen on mobile phones.

4. Improved navigation
Opera now uses four-way navigation on all pages. This makes link selection easier, regardless if fit-to-window is turned on or off: just move the joystick to go to the next link in any direction. Opera 8 also features fast scrolling in all directions, which is particularly important on a small device.

5. Integrated search with Google
Go to the search site of your choice, or use the built-in Google search.

6. Other updates include:
* Faster exit than previous versions
* Padlock icon displayed on secure Web sites
* For more information, read the Opera 8 changelog

Post from 6600

September 11, 2005

Setelah beberapa kali gagal instal opera 8.0 untuk OS Symbian, akhirnya berhasil juga upgrade-nya.
Sambil iseng tiduran disofa, coba-coba posting dari Nokia 6600. Dan, inilah hasilnya.

The Bright Matrix

June 25, 2005

Kembali lagi setelah lebih dari 2 bulan tidak update blog ini. Kembali ke koneksi yang sudah terbatas dikantor dan lambatnya The Bright Matrix.
The Bright Matrix? Yaa.. sebulan ini apply flat internet via matrix. Namun bukan matrix reguler karena lebih tertarik dengan IM3 bright yang kebetulan sudah bermigrasi ke Matrix juga.

Pada minggu-minggu pertama, koneksi sangat memuaskan, dan berasa sekali keuntungan program ini. Namun seminggu terakhir ini, lambat sekali untuk melakukan segala aktivitas via internet. Walau sabtu ini sudah lumayan -belum sebaik dulu-, koneksi masih agak tersendat.
Mudah-mudahan lambatnya koneksi hanya karena trend sesaat saja.. 😉 dan selebihnya akan cepat seperti biasa.

Semoga..

O2 XDA II

January 5, 2005

xda1xda2xda3
Finally, …
Tanggal 4 kemarin berhasil memiliki pocketpc yang sudah lama didambakan.
Tertarik pertama kali ketika mencoba explorer XDA kakak beberapa bulan lalu. Dari situ berkeinginan untuk menabung dan mendapatkan XDA untuk pribadi.
Karena harga yang masih mahal, sempat juga membeli Smartphone yang fungsinya mirip dengan PDA, yaitu Sony Ericsson P900. Kesan pertama dengan ponsel symbian satu ini memang rasanya gak berlebihan bila dua jempol mengacung.
Terutama suara ringtone dan MP3-nya yang hampir sempurna.
Setelah 3 bulan bermain-main dengan SE P900, rezeki itu datang dan tertukarlah smartphone handal itu dengan XDA II.

N the story of my phonecell now changed to the story of my personal data assistant