Archive for the ‘Gadgetory’ category

BlueAngel Dengan Crossbow

September 1, 2007

Tepat tanggal 31 Agutus 2007, secara ‘resmi’ master ROM PPC, Helmi, launching OS terbaru untuk BlueAngel. Kini, Windows Mobile 6 Profesional berhasil dicelupkan ke dalam salah satu varian gadget keluaran HTC tersebut. Launching ini bertepatan dengan Gathering XOJ Community (G4) di sebuah kafe kecil di pusat perbelanjaan Senayan City.

Tentu ini kesempatan menarik untuk berkumpul dengan teman komunitas XDA, sekaligus mendapat kesempatan menjadi orang-orang pertama yang menggunakan WM6 di BlueAngel. Nggak nyangka, banyak orang di dunia yang setia menggunakan BlueAngel, sudah tak sabar menanti launching OS terbaru ini.

Kebetulan, saya mendapat giliran pertama untuk upgrade. Tentu masih dengan kepanikan seperti upgrade WM 5 tahun lalu. Yaa, walaupun dikelilingi master-master ROM secara langsung, tetap saja tidak ada yang bisa menjamin bahwa upgrade akan berhasil 100%. Dan benar saja. Kepanikan saya mencapai puncaknya ketika notebook yang digunakan tiba-tiba mengalami bluescreen dan harus restart. Windows SUX!

Cuma doa yang bisa saya panjatkan, semoga BlueAngel saya masih bisa diselamatkan. Windows pun kembali logon, BA di setting ulang. Cring, Alhamdulillah device saya masih bisa bernapas dan upgrade dimulai dari awal.

Pada kesempatan kedua ini, detik-detik proses menjadi detik yang menegangkan. Kegagalan upgrade pertama lumayan menciutkan hati saya. Tapi, jelas sudah tidak bisa mundur lagi. The show must go on.

Sekitar 10 menit berlangsung, upgrade selesai dan proses setting device dimulai. Setting itu dan setting ini, lancar jaya. Sampai testing beberapa aplikasi standar, mulus dan nyaris tanpa cela. Fiuh, WM6 sukses dibenamkan.

Malam itu, wajah cerah menjadi milik pengguna BlueAngel di sana. Dan mungkin juga di seluruh dunia. Karena malam itu juga, source WM6 langsung di upload ke forum xda-developers.

Thank’s to all of You!

G4
Advertisements

Blackberry

May 19, 2007

BlackberryTebaran racun di milis Gadtorade bener-bener membuat saya memikirkan Blackberry. Apakah saya sudah membutuhkan gadget yang satu ini? Atau, haruskah saya mencoba kekuatannya?

Saat ini saya masih setia menggunakan Pocket PC bermesin HTC BlueAngel. Sudah beberapa tahun menggunakannya, dan belum bisa berhenti atau berpaling ke lain gadget. Kelengkapannya dalam mendukung mobilitas saya sudah teruji sepenuhnya. Apalagi setelah di-upgrade ke Magneto.

Salah satu kelengkapan yang paling sering saya gunakan adalah segala yang terkoneksi dengan internet. Browser, messenger, atau email client. Walau masih mengusung teknologi 2,5 G, –beuh, padahal sekarang udah jaman 3,5G-, tetap saja device ini sudah berhasil membuat saya ‘autis’. Dari serunya chatting, sampai membaca ratusan email dari groups favorit. Anteng, walau -mungkin- ada badai datang… 😉

Kecintaan saya terhadap device ini agak tergoyahkan untuk selintas melirik teknologi lain yang mempromosikan kemudahan beremail. Blackberry. Sebenarnya saya sudah mengenal blackberry sejak awal teknologi ini mulai beredar di Indonesia. Seorang rekan memperkenalkan mesin blackberry, saat dia ditugaskan untuk mencoba layanan ini dengan salah satu provider di sini. Saat itu, alat yang dikembangkan oleh perusahaan Canada yang bernama Research In Motion (RIM), sama sekali tidak menggugah rasa penasaran saya. Walau dengan teknologi push emailnya itu sekalipun. Bentuk dan tampilan layarnya bisa menjadi salah satu penyebab. Kaku dan tidak menarik.
(more…)

Blue Angel dengan Magneto

December 29, 2006

Today05Basbang mungkin, bagi sebagian orang. Tapi melakukan upgrade ROM untuk windows mobile sudah menjadi cita-cita saya sejak beberapa tahun lalu. Kala itu, saya masih menggunakan windows mobile Himalaya. Ketika mengakses forum developers, pelajaran tentang mengubah versi ROM Himalaya semakin banyak didapat. Dari upgrade ke WM2003SE sampai WM2005. Untuk melakukannya? Nanti dulu. Niatnya sih menunggu garansi habis.

Belum habis masa garansi Himalaya, saya sudah terlanjur jatuh cinta pada varian HTC selanjutnya. Blue Angel. Saat itu, developers semakin meningkatkan kinerja dari WM2005 dengan AKU (Adaptation Kit Update)-nya. Kenginan itu semakin kuat. Download source-nya pun mulai saya lakukan. Lagi-lagi masalah garansi membuat saya menunda niatan itu. Oh iya, kenapa masalah garansi ini jadi ganjalan? Terdengar kabar bahwa bila device kita rusak karena masalah upgrade ROM atas keinginan sendiri, garansi hangus. Dan resiko dari upgrade ROM ini juga tidak main-main. Bila ada interupsi sedikit saja pada saat proses upgrade berlangsung, device bisa mati total. Tidak seperti instalasi PC, bila gagal mungkin kita bisa format ulang, masalah beres. Instalasi ROM baru ini juga sangat disarankan menggunakan notebook atau PC dengan UPS. Apabila tanpa diduga listrik mati, PC tidak ikutan mati dan tidak menghentikan proses upgrade.
(more…)

Siemens SX66

October 15, 2006

Berawal dari keribetan urusan kantor pada Jumat beberapa pekan lalu, saya tidak bisa menyelamatkan XDA2s yang baru saya gunakan beberapa bulan. Hari itu, dengan sukses saya membuat retak touchsreen gadget yang juga dikenal dengan nama Blueangle ini. Ujung meja kantor telah menjadi penyebab berakhirnya penggunaan ponsel yang menggunakan Windows Mobile 2003SE sebagai sistem operasinya.

Sebelum akhirnya harus rela mencari pengganti, saya sempat menanyakan biaya service dan komponen pengganti yang diperlukan. Namun, mengingat harga yang selangit, tampaknya saya berpikir lebih baik membeli ponsel baru. Harga mahal karena selain mengganti touchscreen, LCD pun harus diganti. Kedua komponen ini tidak dijual terpisah. Sebenarnya, dari bantuan Om Google, saya menemukan solusi penggantian touchscreen tanpa harus mengganti LCD. Namun yang menyediakan komponen ini posisinya nun jauh di negeri seberang. Huh!

Untuk sementara, saya sempat tidak tertarik lagi dengan ponsel berlayar sentuh dan lebar. Sempat melirik deretan ponsel 3G bermerk Sony Ericsson. Secara gembor-gembor fitur 3G yang sudah mulai diimplementasikan di negara ini. Namun, setelah berulang kali membaca review berbagai tipe, saya belum bisa juga menjatuhkan pilihan.

Mungkin, kebiasaan menggunakan ponsel berbasis Windows Mobile selama beberapa tahun membuat saya sulit untuk pindah kelain hati. Apalagi dengan dengan bentuk fisik yang besar dan enak digenggam. 😀

Akhirnya, lagi-lagi saya kembali membeli PDA phone dengan spesifikasi yang persis sama dengan XDA2s. Selain OS yang sama, bentuk fisik dan kelengkapan pun nyaris sama. Hanya beda merk dan warna saja. Bahkan ‘bug’ yang ada pun nyaris sama. Ponsel pengganti itu adalah Siemens SX66.

Sesama pengusung aliran HTC Blueangle, saya sudah tidak memerlukan penyesuaian atau tidak perlu direpotkan untuk mencari-cari aplikasi tambahan yang diperlukan untuk menemani aktivitas sehari-hari. Ah, sekarang harus lebih berhati-hati bila melewati ujung meja.. 😉

SX66

Beralih Ke Xplor

May 20, 2006

Lagi-lagi saya harus mengalihkan perhatian ke provider lain untuk memenuhi kebutuhan komunikasi data. Setelah kurang lebih 6 bulan menggunakan Matrix dengan tarif flat-nya, saya harus puas dengan keputusan Indosux untuk menutup paket flat internetnya akhir tahun lalu. Sebagai gantinya, dikeluarkan paket yang kurang pas dengan aktivitas saya.

Kemudian dilanjutkan dengan memakai jasa CDMA Starone dengan paket 1 gb-nya, yang lagi-lagi keluaran Indosux, sampai hari ini.
Dengan paket yang terbatas dari Starone ini, membuat pemakaian internet terasa kurang nyaman. Kekhawatiran akan melewati batas pemakaian sudah pasti membayangi. Berbagai program untuk memblok berbagai jalur yang tidak penting menjadi kebutuhan primer yang harus dipasang.

Bukan sekedar mahalnya biaya yang akan ditanggung dengan berdasarkan kelebihan pemakaian dan kelipatannya, namun keterkenalan Indosux dengan kekacauan billing-nya juga menjadi kekhawatiran tersendiri. Beruntung, selama kurang lebih 5 bulan, pemakaian masih dalam batas paket yang sudah ditentukan.
(more…)

XDA IIs

February 5, 2006

icon_XDA IIsbuy_XDA IIsSetelah tertunda selama beberapa waktu untuk memiliki PDA phone ini, akhirnya pada hari Jum’at 3 Februari 2006 kemarin, berhasil membawa pulang the brand new XDA IIs. Memang sudah sejak menjual XDA II, saya sangat tertarik dengan gadget yang satu ini. Namun, karena dana yang ada selalu terpakai untuk memenuhi kebutuhan yang lain, terpaksa sementara waktu menggunakan beberapa ponsel biasa. Terakhir menggunakan Siemens M65 yang terjual beberapa jam sebelum membeli IIs ini. Patut disyukuri M65 laku hanya dua hari setelah saya iklankan di internet. Sampai hari ini pun, masih ada beberapa orang menanyakan ponsel yang hanya bertahan selama 3 bulan dalam genggaman.

Memang agak telat membeli PDA phone bermesin HTC dari Taiwan ini, mengingat sudah banyak varian baru XDA yang muncul belakangan. Tapi saya sengaja lebih memilih IIs. Tidak tertarik dengan XDA IIi walau dengan dukungan hardware yang lebih bagus dan perbedaan harga yang sangat tipis. Mungkin karena bentuk dan warnanya yang sama persis dengan XDA II. Juga tidak tertarik dengan varian XDA mini karena bentuknya yang terlalu kecil. Sebenarnya ada merk lain yang sempat menyita perhatian, yaitu Dopod 900. Namun dengan harga yang lebih dari 10 juta, rasanya saya harus mengubur keinginan untuk memilikinya dalam waktu dekat ini.
(more…)

Koneksi Starone

December 12, 2005

starwanAlternative pengganti Matrix sebagai media komunikasi dengan internet akhirnya sudah ditemukan. Setelah mencoba koneksi Radnet yang dirasa kurang efisien dengan model penggunaan sehari-hari, akhirnya pilihan terakhir jatuh pada jaringan CDMA Starone yang lagi-lagi disediakan oleh Indosux. Matrix sendiri ditutup pada tanggal 4 Desember 2005 kemarin dengan alasan penghentian program unlimited GPRS.

Resminya mengajukan aplikasi paska bayar Starone pada akhir November dan mulai aktif pada tanggal 6 Desember 2005. Selama beberapa hari ini mencoba menggunakan koneksi dengan menggunakan Nokia 6585 dan kabel DKU5 dengan posisi di sekitar Monas Jakarta Pusat dan kondisi sinyal full. Dibanding dengan Matrix pada posisi yang sama, kecepatan Starone jauh lebih baik dan stabil. Selama 3 hari ini ditest, baru mengalami disconnected sebanyak 1 kali. Berbeda dengan Matrix yang setiap harinya bisa beberapa kali disconnected.
(more…)