Perang Tikus Siap Digelar

mouseDua minggu terakhir ini, beberapa kali saya mendengar bunyi gemeresek dari atas lemari di rumah. Bunyi tersebut biasanya mulai terdengar ketika angka di jam dinding menunjukkan pukul 8.00 atau lebih. Awalnya saya tidak begitu memperhatikan asal bunyi-bunyian tersebut. Namun, menurut pengakuan ‘teman tidur’ saya, bunyi tersebut merupakan suara yang ditimbulkan oleh binatang hitam berbulu dengan ekor panjang menjuntai. Dia mengetahui hal ini karena beberapa kali mendengar bunyi mendecit khas yang keluar dari pita suara binatang itu. Bunyi yang pasti dibarengi dengan teriakan histeris sang ‘teman tidur’. Yaa, kebetulan teman tidur saya ini mempunyai rasa takut luar biasa bila menjumpai binatang yang bernama tikus tersebut.

Saya sendiri belum pernah menemui binatang ini secara langsung atau bicara empat mata dengan mereka. Walau dengan suara gemeresek terdengar, saya masih menganggap itu belum menkhawatirkan dan mungkin mereka hanya lewat saja. Namun, semalam segalanya berbeda. Ketika asik bergumul dengan dunia maya, saya kembali mendengar suara gemeresek yang semakin keras dan mengganggu. Kebetulan lokasinya tepat di ruang sebelah. Saya hanya mengintip untuk memastikan apa yang terjadi. Terlihat dua binatang yang juga dikenal sebagai penyebar penyakit pes ini, sedang bercanda dan berkejar-kejaran di atas lemari. Tikus pertama menggigit sebuah tulang ayam bekas buka puasa pertama kami hari itu. Yang lain tampak berlari mengejar rekannya demi memenuhi keinginan ikut merasakan sepotong makanan. Bergantian mereka melewati berbagai dus yang terkumpul di atas lemari. Keluar, masuk, loncat, sambil mendecit tanpa memperhatikan sang empunya rumah membelalak penuh dendam.

Kini sudah terbukti bahwa tikus-tikus itu telah menjadikan dus-dus bekas hardware komputer di atas lemari sebagai tempat bermain dan tempat tinggalnya. Tanpa permisi dan membayar uang muka, mereka langsung tinggal dan menetap di sana. Berpesta dengan sisa makanan si tuan rumah. Tanpa memikirkan efek kotoran, berisik, serta teriakan histeris yang ditimbulkan oleh aktivitas mereka. Ini tidak bisa dibiarkan. Perang harus segera dimulai!

Saat itu, saya belum mengambil tindakan apapun. Hanya menutup pintu kamar untuk memastikan mereka tidak melebarkan ruang jajahannya. Saya mencoba mencari berbagai artikel yang berkaitan dengan skenario melawan binatang menjijikkan ini. Dari chating sampai googling. Berbagai masukan dan ide saya tampung untuk dijadikan jurus memerangi binatang ini.

    Beberapa yang hal dapat saya simpulkan untuk mencegah:

  • Jangan biarkan dus atau barang yang jarang dipakai bergelatakan tak beraturan. Meski di atas lemari sekalipun.
  • Dus yang dirapikan, sebaiknya juga ditutup rapat dengan solasi yang kuat. Tindakan ini sebenarnya masih bisa ditembus tikus dengan menggigit hingga bolong.
  • Usahakan memeriksa dan membersihkan tempat penyimpanan ini diwaktu senggang. *Untuk saya, ini pasti terlewatkan.. ;-)*
  • Bila ada ruang lebih, akan lebih baik bila barang-barang ini disimpan di sana sebagai gudang. Jangan lupa untuk menutup semua lubang.
    Apabila tikus sudah terlanjur bersarang, berbagai masukan yang saya dapat:

  • Gunakan perangkap tikus yang beredar di pasaran. Seperti lem tikus, racun tkius, kurung pancing, jepitan dan lain-lain.
  • Cari alat yang bisa mengeluarkan gelombang ultrasonic. Akibat terkena gelombang Ultrasonic, binatang seperti tikus menjadi gelisah dan akan menjauh. Gelombang ini dibangkitkan oleh rangkaian elektronik pada frekwensi 10 KHz. Hanya membutuhkan konsumsi daya listrik 5 watt saja. Bangkitnya gelombang ini berkala, oleh karena itu suaranya sulit didengarkan oleh telinga manusia.
  • Apabila membeli pecel ayam, mohon kepada penjualnya untuk memberi lebih daun kemangi. Bungkus dan bawa pulang. Remas-remas, dan taburi disekitar tempat tinggal mereka. Diyakini bahwa tikus tidak menyukai bau daun ini.
  • ‘Pinjam’ pest control yang ada di kantor Anda. Bentuknya berbeda-beda tergantung kebijakan kantor.
  • Jangan sungkan untuk memasang foto rekan bisnis yang Anda benci di jalan-jalan yang dilalui tikus. Walau saya belum merasakan tingkat keberhasilannya, namun dengan berbagai cerita terkait, tips ini patut dicoba.

Sambil mencari jalan keluar, pagi ini sehabis sahur, saya merencanakan untuk melakukan pembersihan dus-dus bekas di atas lemari. Hamparan kotoran tikus mulai terlihat. Beberapa dus yang tertutup rapat terdapat goresan-goresan kecil yang mungkin ditimbulkan dari gigitan mereka. Akhirnya, saya menemukan satu dus yang tidak tertutup rapat berisi VGA, soundcard, kabel IDE dan hardisk lama yang sudah tidak layak untuk dipakai. Sambil berharap menemukan target sasaran, saya angkut dus tersebut keluar rumah. Dan benar saja. Setelah meletakkan dus di lantai, terlihat ekor panjang hitam menjulang keatas. Mungkin mereka tidak punya ruang lagi untuk menyembunyikan ekornya. Bingung mau diapakan binatang ini, akhirnya hanya saya balikkan dus dan menebar isinya keluar. Dua tikus langsung lari tunggang langgang. Ah, saya tidak bisa menangkap atau membunuhnya. Ada rasa jijik dan tidak tega untuk menghabisi nyawanya. Biarlah mereka lari, yang penting tidak tinggal di rumah kami lagi.

Advertisements
Explore posts in the same categories: BlogMe

17 Comments on “Perang Tikus Siap Digelar”

  1. vnuzday Says:

    Namun, semalam segalanya berbeda. Ketika asik bergumul dengan dunia maya fokus kr kata bergumulnya. πŸ˜€

    Kalau aku sih, ampun dah kalau sudah berhadapan dengan tikus.. jijay.!!!!

  2. bagonk Says:

    hueheuhue… tips terakhir yang paling manjur keknya… πŸ˜€

  3. Jauhari Says:

    Kalau menggunakan penjebak atau yang sejenisnya yang mengakibatkan TIKUS mati.. lebih baiknya… untuk cek secara berkala… karena kalau tidak… ketika penjebak berhasil dan tikus mati tanpa kita mengetahuinya… akan mengakibatkan bau busuk yang lebih dari cukup πŸ˜‰

    Kalau ada cari alat/tool/obat yang berfungsi PENGUSIR TIKUR, jadi bukan PEMBUNUH TIKUS… karena dengan teknik itu saya rasa akan lebih efektif… walaupun ada kemungkinan si TIKUS pindah tempat πŸ˜€

  4. didats Says:

    pawang tikus?
    hihihi

  5. oΓ³n Says:

    pajang foto tikus yang sudah dimutilasi sepanjang gang yang sering dilalui tikus…hiks…nanti tikusnya mbales majang poto yang punya rumah yang sudah digigitinya

  6. arjuna Says:

    kasih dora
    yang makanan tikus beracun itu loh
    entar kalo dia mau mati, dia malah keluar dari sarangnya, nyari sinar matahari


  7. BADAN ELO KAN GEDE, BUD…
    COBA, UJI NYALI…INJEK TIKUSNYA…
    GW PERNAH INJEK…NJRIT…KENYAL BOW…GELI, GILA!! πŸ˜€

  8. Naif Al-as Says:

    wah ide bagus tuh, pasang foto2 tikus yang sudah jatuh korban disepanjang lantai/gang yg dilalui tikus. Dan mungkin itu bisa jadi Shock Therapy buat tikus2 yang masih hidup. Mungkin saja para tikus yg selamat itu skarang mikir dua kali. ihihihihi

  9. budiw Says:

    jun, dora apaan sih? berapa belinya?

    –budiw

  10. medon Says:

    bikin jasa pembasmi tikus asik juga boss.. belum ada yang melirik tuh πŸ˜‰

  11. fisto Says:

    pelihara kucing herder aja mas (sodaranya anjing herder)…dijamin abis tuh tikus2…

  12. fefe Says:

    tikyyuuusss????aih…atut…

  13. kate suparno Says:

    Alat pengusir tikus dengan gelombang ultrasonic sudah ditawarkan di Surabaya. Ada yang buatan Amrik mahal banget (almost 400 rebu idr). Karena mahal aku belum nyoba. Ada yang buatan China, harganya sekitar 30-40 rebu idr, tampaknya kagak mempan. Sang tikus tetep bersuka ria di rumahku. Setelah diracun, ada beberapa yang mati, mereda sementara waktu. Seminggu lagi datang yang lain. Sampai bosan aku. Ada yang bisa bantu?

  14. edwin Says:

    tikus itu paling takut mendengar suara rekannya yang sedang sengsara, dulu di rumah bandung, seekor tikus yang tertangkap jerat lem, dipaksa bersuara bercicit kesakitan dengan cara di.. bejek

    rekam suaranya, putar ulang di area yang dicurigai sarang tikus, biasanya mereka menjauh keluar

    entah ikut bersedih, entah berusaha cuci tangan dengan cara kabur ..hehehe

  15. isa Says:

    mas good bnget blog mas bisa kasih saran nga’ balaz bong.n kalo itu merupakan templet kasih tahu dong di mana alamatnya……>>>> trimssss

  16. Dave Says:

    Gila … ada pesta di taman , kata pembantu gua . Sapa ??? ( gua tanya ) Itu tikus ada sepasang lagi berdansa di dekat pohon bonsai. Setelah sy intip , bener tuh .( mesra banget ) . Diselidiki rupanya ada villa tikus di taman , gak tanggung 2x ada 4 unit jumlahnya. Kapan mereka bayar sewa ya ? ( pikir gua ).

  17. rin Says:

    hello… tikus di rumah gw mati ndiri….. ada yg tau penyebabnya gax? tolong donk info. setelah banjir 2/3 minggu kemudian, uda ada 4 ekor tikus yang mati berturut2. ga tau sih penyebabnya apa… juga baru tau rupanya tikusnya lebih dari 1 ekor di rumah setelah mati 4 ekor berturut turut…
    pernah kasih dora tp ga mempan tuh, tikusnya ga mo mkn…..


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: