Indahnya Berfantasi

Beranjak dari keinginan untuk menikmati hidup, biasanya manusia selalu melakukan usaha untuk mendapatkan semua keinginannya. Baik untuk berkunjung ke suatu tempat, memiliki orang untuk dikasihi, teman dekat untuk berbagi, pekerjaan dengan gaji selangit, barang-barang bagus untuk dipakai, atau sekedar menyaksikan pertunjukan musik dari band paling terkenal sejagad raya.

Semua keinginan itu belum tentu bisa didapat oleh semua orang. Walau ada yang sudah bisa digapai, pasti masih ada keinginan lain dalam dirinya yang kadang memaksa untuk dipenuhi. Mungkin hanya benda mati yang sudah tidak memiliki keinginan, impian atau cita-cita lagi.

Ketidakmampuan untuk memenuhi keinginan ini dapat terjadi karena berbagai hal. Entah karena tidak adanya materi pendukung untuk membeli, waktu yang sudah lewat, sampai pada etika hidup bermasyarakat atau hukum negara maupun agama yang melarang kita mewujudkan keinginan tersebut.

Pada kondisi itu, tentu semua keinginan tinggal kenangan semata dan hanya berada dalam bayang semu. Pada titik inilah sebenarnya masih ada satu harapan dengan mencoba memainkan peran otak untuk sekedar menggapai semua keinginan tersebut dalam angan dan imajinasi kita. Lebih simple disebut berkhayal atau berfantasi.

Dikutip dari wiki:

Fantasi adalah yang berhubungan dengan khayalan atau dengan sesuatu yang tidak benar-benar ada dan hanya ada dalam benak atau pikiran saja. Kata lain untuk fantasi adalah imajinasi.

Sore kemarin saya belanja kebutuhan bulanan di Carrefour Ambassador. Pada salah satu sudut elektronik, ada sebuah televisi layar lebar yang sedang mempertontonkan sebuah film animasi. Selentingan terdengar percakapan dua orang pria yang berkomentar tentang film tersebut. “Asik kali yaa kalo punya motor kayak gitu”. Kebetulan ada adegan di film tersebut yang menggambarkan seorang pendekar berkelahi dengan motor superhebatnya. Tentu ini hanyalah fantasi semata dari seorang penonton setelah melihat kendaraan itu. Sesuai dengan judul filmnya, ‘Final Fantasy’. Saya pun sempat berfantasi berbagai macam hal selama di Carrefour sore itu. Mulai dari fantasi untuk memiliki barang-barang yang ada, sampai fantasi untuk menyapa beberapa lawan jenis yang menarik pandangan mata saya. 😉

Oppie Andaresta pun pernah melantunkan lagu yang penuh dengan khayalan dan fantasi pribadinya. Dia ingin menjadi orang kaya tapi tidak mau bekerja. Tentu tidak ada yang salah dengan lagu ini. Selain ini hanya sebuah lagu, liriknya pun murni khayalan dan bisa dikatakan jarang terjadi dalam dunia nyata. Tapi disitulah letaknya seni berkhayal. Ketika kita -mungkin- tidak mampu untuk mewujudkan sesuatu yang diinginkan, kita akan sedikit ‘terpuaskan’ dengan berkhayal atau berfantasi ‘semau gue’. Dari yang paling romantis sampai yang paling liar, dari yang paling tinggi sampai yang paling rendah, dari yang paling miskin sampai yang paling kaya. Semua bisa difantasikan.

Harus diakui, saya termasuk orang yang gemar berfantasi tentang berbagai hal. Kadang saya melakukan tanpa mengenal waktu, tempat, atau situasi lainnya. Imajinasi itu keluar begitu saja dan akhirnya fantasi-fantasi lain keluar untuk sedikit menghias imajinasi tadi. Tentu dengan kadar yang berbeda-beda. Yang paling sering, saya berfantasi pada saat memulai aktivitas tidur. Apabila sedang tidak ngantuk atau lelah, biasanya obat mujarab untuk tidur adalah mengawali dengan berkhayal. Seorang ahli psikologi malah pernah menyarankan hal ini apabila kita mengalami kesulitan tidur. Dengan berfantasi mengunjungi tempat yang indah tentu membantu otak kita tenang dan memudahkan pergi ke alam tidur. Namun tidak disarankan untuk berfantasi ke hal-hal yang memerlukan konsentrasi lebih. Yang ada kita justru tambah susah tidur.

Saat menjelang tidur, kita akan lebih banyak memiliki waktu untuk sekedar mengembangkan imajinasi dan akan lebih banyak ide untuk mengeksplorasi alam khayal kita. Hampir semua keinginan dapat kita wujudkan dalam dunia khayal yang tak mengenal batas ini. Kadang aktivitas ini sering saya lanjutkan setelah bangun tidur. Sepanjang tidak mengganggu aktivitas dunia nyata, sambil bermalas ria diakhir pekan.

Saya menemukan banyak hal luar biasa dengan berfantasi. Kepuasan pun tak jarang saya dapat hanya dengan berkhayal. Dan yang tidak kalah penting, saya sering mendapatkan ide-ide untuk diimplementasikan dalam dunia nyata. Menimbulkan motivasi besar untuk menggapai mimpi dalam dunia nyata juga merupakan pengalaman tersendiri. Imajinasi yang berakhiran positif ini sering disebut dream come true. Tidak mungkin Alexander Graham Bell menemukan telepon bila tidak bermimpi tentang suatu alat komunikasi yang bisa menghubungkan manusia dalam jarak jauh. Tidak mungkin seorang Thomas Alpha Edison menemukan bola lampu bila dia tidak berfantasi untuk membuat dunia lebih terang di malam hari. Dan masih banyak fantasi-fantasi lain yang berefek positif bagi kehidupan manusia.

Sedikit meminjam Tao di Id-Gmail: Seriuslah dalam berkhayal. Atau tag pada blog saya ‘… not just imagining …’

Andai a a a a.. aku jadi orang kaya..
Andai a a a a.. aku punya mobil mewah..

Advertisements
Explore posts in the same categories: BlogMe

9 Comments on “Indahnya Berfantasi”

  1. didats Says:

    jadi intinya pengen poligami nih?

  2. Myda Says:

    emang enak seh berkhayal.. gretong lageee

  3. ndra Says:

    bwaheuaheuaheuhue… jadi cukup dengan berfantasi lo bisa orgasme?? ck..ck..ck…

    *kabur*

  4. vnuz Says:

    jangan takut untuk berkhayal.. karena dari khayalan akan.. *kedawan ah*

  5. DezZ Says:

    alaghh…

    Mo adegan ranjang aja proloquenya panjang beneurr ;p

  6. cemoet Says:

    opa albert einstein berkata: “Imagination is more important than knowledge”

    crout

  7. Shanti Says:

    Hihihi… ternyataaaah…

  8. bevwvs Says:

    aisuubli

    uycftoke tmhqtqkm aboszswlc svjiaipc


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: