The Other Side Of Technology

Lebih dari 5 tahun sudah menggeluti dunia pekerjaan yang mendekatkan diri dengan layar monitor. Belum lagi ditambah senangnya bermain-main dengan komputer lebih dari 3 tahun di masa kuliah. Kebiasaan ini rupanya mulai berdampak negatif pada mata. Sejak sebulan lalu mata terasa perih dan kepala terasa berat bila sudah menatap layar monitor lebih dari 3 jam. Padahal sebelumnya hal ini hampir tidak pernah terasa, namun sekarang hampir setiap hari dan rutin terjadi.

Memang patut disyukuri pandangan masih terasa normal selama kurun waktu penggunaan komputer ini. Belum juga menggunakan kacamata sebagai alat bantu penglihatan sampai saat ini. Namun, sekarang penurunan kualitas mata ini sudah mulai terjadi. Sekarang harus pandai-pandai mengatur waktu dalam menatap terus menerus layar monitor. Juga pengaturan makan dan perawatan mata yang lebih baik lagi.

Kejadian ini merupakan salah satu sisi lain dari sebuah teknologi. Teknologi yang notabene diciptakan untuk mempermudah manusia dalam menjalankan kehidupannya, ternyata juga memiliki potensi untuk menurunkan kualitas hidup. Beberapa produk teknologi populer yang mungkin telah menjadi kebutuhan utama bagi banyak orang ternyata memiliki sisi lain yang dapat mengganggu kesehatan, terutama jika terjadi overuse atau overexposure. Berikut beberapa sisi lain teknologi yang saya kutip dari beberapa majalah dan koran.

Let’s take a look at the other side of technology… so you can take preventive actions.

KOMPUTER
The Other Side:
Bagi para workaholic atau gamer yang menghabiskan sebagian besar waktu di depan komputer, hati-hati dengan repetitive strain injury (RSI) dan carpal tunnel syndrome, yang disebabkan oleh penggunaan otot lengan, pergelangan tangan, atau bahu secara eksesif dan repetitif yang berakibat pada nyeri dan pembengkakan pada otot-otot tersebut. Terlalu lama menatap layar monitor dapat menimbulkan sejumlah problem, seperti iritasi pada mata, pandangan yang kabur dan sakit kepala.

What to do:
Aturlah jarak dan posisi terhadap komputer senyaman mungkin. Lakukan stretching untuk otot-otot Anda, baik warming up maupun warming down. Beristirahatlah setiap 20 menit sekali. Khusus untuk monitor, aturlah agar jarak monitor adalah suatu rentangan tangan dari mata Anda. Mata harus sejajar dengan bagian atas monitor. Gunakan anti glare atau filter untuk mengurangi tingkat brightness pada monitor. Ambillah short break (5-10 menit perjamnya), dan alihkan pandangan Anda pada spot yang lebih jauh dan menerawang.

NOTEBOOK
The Other Side:
Memangku notebook yang mengeluarkan suhu tinggi dapet memanaskan daerah skrotum, sehingga berpengaruh pada kualitas dan kuantitas sperma dari seorang pria. Sebuah laporan penelitian yang dimuat dalam jurnal Human Reproduction menyatakan walaupun notebook hanya dipangku dan tidak dinyalakan, akan tetap terjadi kenaikan suhu. Bahkan pernah dilaporkan bahwa seorang pria yang berusia sekitar 50 tahun mengalami luka bakar pada alat vitalnya saat memangku notebook yang menyala selama 1 jam.

What To Do:
Letakkanlah notebook di tempat yang semestinya. Bukan dipangkuan, tetapi diatas meja.

PONSEL
The other side:
Gadget sejuta umat ini cukup lama menimbulkan polemik dikalangan ilmuwan, terkait dengan efek pancaran radiasi gelombang elektromagnetiknya yang dituding sebagai penyebab kangker. Emisi energi dari ponsel dianggap mengganggu peralatan seperti mesin pacu jantung dan alat bantu pendengaran, EMR dalam bentuk energi gelombang mikro rendah yang dihasilkan ponsel dapat merusak struktur DNA, ponsel yang ditempatkan di saku celana atau ikat pinggang dianggap dapat beresiko terhadap kualitas sperma yang dihasilkan. Tetapi jangan lantas langsung membuang ponsel dari kepala Anda! Masih dilakukan penelitian lebih lanjut untuk membuktikan ‘kekejaman’ ponsel.

What to do:
Meski belum ada pernyataan yang benar-benar meyakinkan, tidak ada salahnya melakukan beberapa tindakan preventif dengan menjauhkan ponsel dari kepala. Manfaatkan headset atau handsfree seefektif mungkin.


TELEVISI

The Other Side:
Beberapa studi menungkapkan kaitan antara obesitas dengan terlalu banyak menonton televisi karena ini hanya akan membuat mulut lincah mengunyah cemilan-cemilan berkadar lemak tinggi. Padahal seperti telah diketahui, pengidap obesitas akrab dengan kadar kolesterol yang tinggi dan meningkatnya resiko serangan jantung. Sebuah studi lain menemukan bahwa para pria yang menonton televisi selama 40 jam atau lebih dalam seminggu, memiliki resiko lebih besar terserang gall stone desease.

What To Do:
Batasi frekuensi nongkrong di depan layer kaca! Tahanlah godaan untuk ngemil saat menikmati acara favorit.

Explore posts in the same categories: Kutip

5 Comments on “The Other Side Of Technology”

  1. tomat Says:

    eh itu bukan nya 5 taon ngadep komputer dan 3 taon ngadep vivid? 😛

  2. jesie Says:

    Siapin kain kaffan, udeh ada tanda-tanda neh 😀

  3. bLub Says:

    udah coba the eassiest way yg gue bilang waktu itu ga? pake obat tetes mata….

  4. abe Says:

    hihi.. sebenernyah bisa disiasati dengan makanan sehat!
    mas budi pasti jarang makan sayur kan?
    inga’ inga’ 4 sehat 5 sempurna!

    *lho? kok malah kampanye?*


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: