Halal Bihalal

Pada tanggal 4 November 2005, menerima sms dari Rifaldo yang isinya:
“Hey Guys,.. Buat yang gak ada acara, buat yang pengen halal bihalal ‘ma anak-anak HTML, Insya Allah bakalan diada’in dirumah ane di daerah pondok gede. , tanggal 07 November ’05, meeting point di mcd kalimalang jam 6 sore.
PS: buat yang makannya banyak, kami persilahkan bawa nasi sendiri�

SMS ini merupakan undangan resmi untuk menghadiri halal bihalal [beberapa] member HTML. Sebenarnya acara ini sudah mulai dihembuskan beberapa hari sebelum lebaran di milist Parkit dan mass message dari PIC. Kebetulan pada waktu yang bersamaan tidak memiliki acara pasti, segera konfirmasi kehadiran untuk menyempatkan diri hadir diacara tersebut.

Sore hari menjelang acara ini, rupanya cuaca diluar tidak bersahabat. Gelap dan mendung datang bersama petir kecil yang menyambar disertai rintik-rintik gerimis, yang membuat suasana sore itu justru menghadirkan rasa malas untuk keluar rumah. Apalagi waktu itu sambil menyantap tahu Sumedang hangat dengan segelas kopi susu yang baru saja selesai dibuat.

Joeroenk, salah satu rekan HTML yang juga diundang pada acara ini, menelpon menanyakan keadaan di sekitar Kalimalang. Memang kebetulan titik kumpul acara ini tidak terlalu jauh dari rumah dan kebetulan pula cuaca di daerah tempat tinggalnya serupa dengan yang digambarkan diatas. Dengan predikatnya sebagai biker takut hujan, sudah selayaknya dia menanyakan kondisi cuaca di titik kumpul sore itu. Dengan jawaban sedikit menenangkan dan melukiskan harapan cuaca akan membaik, akhirnya dia mengusahakan untuk datang sore itu dengan boncenger-nya.

Tepat pukul 18.00, setelah menunaikan sholat Maghrib, dengan cuaca yang belum berubah dari sebelumnya, berangkat menyusuri Kalimalang menuju McD. Karena jarak yang tidak terlalu jauh, 5 menit kemudian sudah sampai ke lokasi titik kumpul. Ternyata disana sudah banyak member yang datang lebih awal. Epenk, Jimi, Fika, Dini dan sopirer, Panji dan boncenger, Anto, Aji Bandung, Budi Priuk dan boncenger, Faldo sang tuan rumah, dan beberapa HTML-ers lainnya. Beberapa detik kemudian Irfan dan Caca datang hampir berbarengan, disusul Syamsul, Heldy Gembel dan Joeroenk yang akhirnya datang ke acara ini.

Sambil menunggu beberapa rekan lain, terdengar kabar dari SMS bahwa Buceng tidak dapat hadir karena hujan di Depok tidak juga berhenti sampai malam. Rupanya untuk sementara jabatan “biker takut hujanâ€? terpaksa berpindah ke lelaki yang bernama asli Hadi Susaswo ini. Padahal sudah diberi pencerahan mengenai keadaan cuaca di Kalimalang yang mulai bersahabat dan hadirnya beberapa orang yang sudah saling akrab, tetap saja lelaki ini tidak mau hadir. Malah dengan manjanya dia minta dijemput menggunakan mobil… Bah! *injek-injek Buceng*

Setelah menunggu beberapa saat dan konfirmasi dari rekan mengenai pembatalan, Boris yang sakit, Rizal yang masih terjebak macet di Tol Cipularang, serta Bowo dan Om Satriyo yang akan menyusul langsung ke rumah Faldo, sekitar pukul 19.00 kami mulai bersiap-siap jalan menuju lokasi.

Dengan kecepatan tak lebih dari 50 km/jam, sekitar 20 motor jalan beriringan ditemani satu CJ7-nya Fika dan satu Baleno-nya Dini Strawberry. Kebetulan jalanan menuju Pondok Gede lumayan tersendat, dan rasanya ini lebih baik daripada hari biasa yang selalu macet luar biasa. Tanpa banyak halangan berarti, sekitar 45 menit kemudian kita sudah sampai di lokasi.

Di rumah Faldo berbagai hidangan sudah tersedia di atas meja. Tampilan dan aromanya sangat menggugah selera. Hampir semua jenis makanan tersedia disana, dari ikan bakar, telor sambal, ayam goreng, lengkap dengan lalapan dan kerupuk udangnya. Namun, sambil melepas ‘lelah’ kita duduk-duduk dulu sambil bercanda dan melepas cerita masing-masing. Tawa dan riak kegembiraan langsung terlukis malam itu.

Beberapa saat kemudian, setelah dipersilahkan menyantap makanan, rombongan yang terlihat kelaparan itu langsung antri mengambil jatahnya masing-masing. Kebetulan porsinya lumayan banyak yang mungkin disebabkan perkiraan jumlah orang yang datang akan lebih banyak. Jadi memang sah-sah aja bila setiap orang mengambil jatah lebih. Seperti biasanya, khan?

Belum habis antrian yang mengambil makanan, Andreas dan Boncenger datang membawa sekantung buah pir. Dan tanpa basa-basi, dia langsung mengambil posisi untuk ikutan antri makanan.

Sejenak, kami menikmati asiknya menyantap hidangan [gratis] ini. Dengan dibarengi candaan dan lemparan-lemparan aqua gelas dari Epenk dan rebutan kerupuk oleh Jimi dan yang lainnya, tanpa terasa sepiring penuh nasi habis tanpa bekas.

Kembali obrolan dan candaan khas HTML mengalir dalam ruangan yang lega itu. Sambil memandu via telpon Bowo dan Om Satriyo yang sempat salah belok, juga kabar putusnya asa Rizal yang masih terjebak macet di tol, beberapa orang sempat menyantap ikan bakar dan makanan-makanan kecil yang tersaji. Ada cerita lucu dari sang PIC Ical yang tidak hadir di acara ini. PIC gak hadir? Ternyata dia lagi di Bandung malam itu, dan diceritakan pada hari Sabtu sebelumnya dia sudah menunggu di McD Kalimalang. Lho, salah tanggal rupanya? *ngakak*

Sekitar pukul 21.00 akhirnya Bowo dan Om Satriyo sampai juga ke rumah Faldo. Dengan senyuman khas, mereka membawa 2 kantung besar berisi botol softdrink yang langsung disambar dengan ganas oleh Gembel dan Joeroenk.

Pukul 21.30, sebagian besar rombongan mulai berpamitan pulang. Berbagai alasan keluar dari mulut mereka sambil jalan menuju parkiran. Entah benar atau hanya alasan yang dibuat-buat karena gak kuat bila melihat Bowo bakal menyantap sisa-sisa makanan yang masih melimpah. Entahlah! Yang jelas tinggal Fika, Aji, Syamsul, Jimi, dan tentu Bowo dan Om Satriyo yang siap menghabiskan jatah makannya. Sambil mereka makan, gak mau kalah Syamsul dan Jimi ikutan mengambil piring yang katanya ‘hanya’ mau menemani makan. *Halaaah,… alasan klasik*

Memang, keterkenalan Bowo dalam menyantap makanan sudah tidak diragukan lagi. Dengan gaya santainya, diiringi senyum dan obrolan lucunya, hampir tidak ada yang menyadari bila dia ‘baru’ mencicipi 3 piring nasi dengan lauk-pauknya. “Ini baru nyicipin lho, belum memutuskan untuk makan,â€? Kata Faldo berkelakar.

Entah sampai jam berapa dan berapa piring lagi yang disantap Bowo malam itu, karena Syamsul sudah mengajak pulang bareng. Dan kami pun langsung berpamitan sambil tidak lupa mengucapkan banyak terima kasih kepada seluruh tuan rumah yang sudah menyediakan segala sesuatunya dengan pas dan yang terpenting, gratis. *Plak!*

Semoga, tahun depan lagi yaa, Do….

Explore posts in the same categories: BlogMe

8 Comments on “Halal Bihalal”

  1. lilis Says:

    maafin Lilis ya…

    🙂

  2. DezZ Says:

    NJRITT…. ternyata dia temennya si rusuhh itu!!
    Gimana kalo HTML, lebaran bagi2 bensin gitu??!
    gw kira otaklu isinya bokep doank bud, ternyata?? emang bokep whueheuheu…..

    I SALUTE U 😉

  3. Bi[G] Says:

    koq gue nggak diajak?

  4. byonic Says:

    Wah… Gak ada undangan dari panitia, Big?
    Besok gw bilangin deh… 😀

  5. abe Says:

    hmm.. kalau dari medan ketempat gatheringan berapa jam yah naek motor? ;p

  6. balq Says:

    lo sendiri abis brp piring bud..? hahaha..
    gw kira kalo acara begono bisa ampe puluhan yg dateng.. koncinya satu kata “GRATIS”
    😀

  7. buceng Says:

    wah… baru baca gua…njrittt..

  8. ani Says:

    met Idul fitri 1428 H, semoga kita semua senantiasa mendapat rahmat, karuna perlindungan dari Allah SWT dan segala kebaikan-Nya..
    kumpul2….ehm…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: