Tersesat Di Kampung Gajah

idgmailPada suatu hari di zaman dahulu kala ketika berniat melakukan perjalanan menuju tempat-tempat menarik, tersesatlah di sebuah perkampungan berisi orang-orang yang suka sekali berbicara tanpa ada ujung pangkalnya. Namun, mereka tetap dan sangat berkeyakinan isi pembicaraan itu sangat berguna bagi kelangsungan hidup seluruh umat manusia, minimal bagi penghuni perkampungan tersebut.

Informasi mengenai keberadaan kampung ini berawal dari membaca sebuah cerita-cerita yang merupakan “trend sesaat” beberapa rekan yang beraliran narsis dan katarsis. Disetiap rumah mereka selalu disertakan alamat dan peta menuju perkampungan tersebut.

Kesan pertama sebagai orang baru dan tak dikenal (SuperunknowN), selalu bertanya-tanya ada apa dengan kampung ini. Mengapa semuanya terlihat beda dari beberapa kampung yang pernah dikunjungi. Sama sekali tidak ada keberanian yang timbul untuk bertanya pada orang sekitar. Yang ada hanyalah memandang, menyimak, dan mencoba untuk mengerti mengenai kebiasaan penduduk kampung ini.

Namun kunjungan ini tidak berlangsung lama. Pasalnya, selain belum menemukan kesimpulan mengenai adat istiadat kampung ini walau sudah tinggal beberapa lama, juga adanya beberapa pekerjaan yang menyita waktu dan pikiran, juga karena kunjungan ke tempat lain pun harus dilaksanakan.


Beberapa bulan kemudian, tepatnya minggu lalu, rasa penasaran yang memuncak untuk kembali mengadakan penelitian adat istiadat kampung misterius membawa diri ini untuk sekali lagi melakukan perjalanan dan memasuki kampung tersebut.

Hari pertama tentu dengan membuka hasil penelitan bulan lalu. Walaupun belum tercipta kesimpulan, namun setiap bahan yang didapat sangatlah cukup untuk melanjutkan observasi berikutnya. Dengan dasar penelitian sebelumnya, kunjungan kedua ini sudah menuju ke level berikutnya, yaitu mencoba untuk ikut berdiskusi dengan gaya dan kebiasaan mereka. Diskusi awal langsung menarik perhatian untuk terus berlanjut ke diskusi-diskusi selanjutnya. Memang, untuk terus dapat mengetahui adat mereka, dibutuhkan tekad yang bulat, keberanian untuk mengungkapkan pendapat, dan siap-siap menerima cacimaki bila beberapa warga sedang bagus mood-nya. Justru caci maki ini lah yang membuat hubungan antar warganya semakin erat.

Kini, misteri mengenai kampung ini semakin terkuak, nama pun didapat, yaitu Kampung Gajah. Nama yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan adat dan kebiasaan warganya. Mungkin hanya terhubung dari setiap rumah warganya yang terbilang besar dan dianalogikan dengan gajah sebagai binatang yang berukuran besar. Bukan Dinosaurus? Tanya kenapa?

Kebiasaan mereka mulai merasuk kedalam diri. Setiap virus mulai menyebar ke sekujur tubuh. Pertanyaan akan setiap ucapan-ucapan aneh yang keluar dari warga kampung, kini sudah terjawab. Istilah dan bahasa daerah mulai terserap. Setiap kata mulai dicerna dan dipelajari dengan pasti. Pemahaman akan adat-istiadat sudah semakin besar. Namun, masih harus disadari bahwa ini hanyalah permulaan. Tinggal disanapun masih seumur jagung, belum dapat dikategorikan mengerti betul mengenai adat istiadat mereka. Pasti masih banyak misteri-misteri lain yang perlu diungkapkan.

Melihat perkembangan pemahaman terhadap kampung ini, jadi teringat akan sebuah kampung lain yang adatnya hampir serupa. Kampung ini bernama Parkit. Bedanya adalah, kampung parkit ini sangat tertutup dan warga terbatas hanya dari golongan tertentu. Sementara kampung gajah, lebih terbuka bagi semua orang yang mau berkunjung dan tinggal disana. Namun, cara mereka berdiskusi yang tidak memandang rasa, hati, dan tingkat sensitifitas seseoarang justru semakin melekatkan persahabatan antar warganya.

Tapi, jangan kaget bila tiba-tiba ada yang ditendang, diinjek-injek, diminta nungging, atau menyaksikan beberapa orang melakukan flirting disini. Dan yang paling extreme, panggilan homo(k) untuk kaum laki-laki dan homowati bagi kaum wanita… 😉

Go Kampung Gajah!

Explore posts in the same categories: BlogMe

27 Comments on “Tersesat Di Kampung Gajah”

  1. Bi[G] Says:

    PERTAMAX..!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

  2. trio Says:

    Seumur jagung gimana? putren kali….

  3. didats Says:

    ooh.. ini yg awalnya ngaku ngaku cewek!
    huh!!!
    kecewa!!!

  4. endhoot Says:

    NUNGGGIINNNGGGGGGGGGGGGGGGG!!!!

  5. Bhagonk Says:

    sudah di BONGA-BONGA FHM??

    huehehehe…

  6. dedenf Says:

    Install Windows Gimana sih…?????????

    BTW, ni orang dah nonggeng blon?? nonggeng saanaahhhh *fangggil pahmi*

  7. pakerte Says:

    Selamat!
    Btw buat sekertaris id-gmail, tolong dikumpulin entry-entry blog yang berhubungan dengan kampung gajah.

    btw, bisa jadi ini cewek:
    Astuti Budiyono


  8. APA KATA GW?? INI BENCOOONGG TULANG LUNAAAKKKK…!! SORRY, GW GA DOYAN BENCONG…
    ==tendang ke Bhagonk==

  9. awan Says:

    Jangan lupa ikut seminar sehari dengan tema “TIPS DAN TRIK BERBONGA-BONGA DENGAN SEHAT DAN PRAKTIS” yang akan dibawakan oleh raja bonga-bonga yang juga sekaligus raja homo: FHM.

  10. EdiOtz Says:

    berarti Homok!


  11. LAGI LAGI COWOK YANG MASUK KAMPUNG!
    SIALAN *INJEK INJEK BUDIYONO*

  12. surur Says:

    ACH DASAR HOMOOOOK!!!
    *jrit kesembilan*

  13. vnuzday Says:

    waduhhhh…. kesepuluh nih!!!!
    gak apa-apa, yang penting ikut!!

  14. andriansah Says:

    yah photo gw gak nongol…

  15. byonic Says:

    Situ OK pake poto-poto segala… pffffffft

  16. pakerte Says:

    Lihat entry dia sebelumnya:
    http://budiyono.com/index.php/2005/09/20/36/
    Ternyata dia ini homoannya komandan yiyit!!!

  17. ela Says:

    Ga ngerti…sumpah ga ngerti :((

  18. ela Says:

    Udeh gw kopi url gw mas 😀

  19. ela Says:

    Udah gw edit tuh…seperti biasa gw dibilang amatiran :p

  20. Komandan Says:

    bused dah …..

    bukan gue ™

  21. susteridaman Says:

    hehehe.. emang kampung kita nih ya kyk gitu 😀
    seru kan? hati2 jadi addicted kyk gw!

  22. byonic Says:

    doain semoga gw gak addicted yah..
    amit-amit dey… 😀

  23. salim Says:

    ntu kampung yg bgituan mang masih ada ya????
    coba deh kamu nungging!!!
    haiahaiahaiahaa


  24. […] Baca juga tulisan warga tentang kampung gajah menurut meraka di sini, di sini, di sini, di sini, di sini, di sini, di sini, di sini, di sini, dan di sini. Posted by wonkito | « Insert Images; Flickr, Dan Rotator   […]


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s


%d bloggers like this: