<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Untitled</title>
	<atom:link href="http://byonics.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://byonics.wordpress.com</link>
	<description>Back Up</description>
	<lastBuildDate>Wed, 27 May 2009 03:56:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='byonics.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/e803631ea981582a560794a2647d28e0?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Untitled</title>
		<link>http://byonics.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Windows Mobile 6.5</title>
		<link>http://byonics.wordpress.com/2009/05/27/windows-mobile-65/</link>
		<comments>http://byonics.wordpress.com/2009/05/27/windows-mobile-65/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 May 2009 03:56:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgetory]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa jam setelah membeli HTC Hermes dari forum sebelah, saya langsung upgrade original OS WM 6.0 ke versi WM 6.5 versi masakan.
Asiknya upgrade OS di beberapa device HTC belakangan ini adalah metode upgrade dari SD Card. Ini sesuatu yang menarik. Selain proses-nya yang lebih cepat, rasa &#8216;aman&#8217; juga didapat. Beda dengan upgrade melalui PC/Notebook.
Sumber OS [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=byonics.wordpress.com&blog=4224&post=167&subd=byonics&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Beberapa jam setelah membeli HTC Hermes dari forum sebelah, saya langsung upgrade original OS WM 6.0 ke versi WM 6.5 versi masakan.</p>
<p>Asiknya upgrade OS di beberapa device HTC belakangan ini adalah metode upgrade dari SD Card. Ini sesuatu yang menarik. Selain proses-nya yang lebih cepat, rasa &#8216;aman&#8217; juga didapat. Beda dengan upgrade melalui PC/Notebook.</p>
<p>Sumber OS yang mejadi favorit banyak orang, tentu dari forum xda-developers.com. Banyak pilihan OS dan review langsung dari penggunanya.<br />
Kali ini saya memilih OS buatan Tai_SW, untuk versi 13. Kebetulan, versi dari developer ini menjadi thread yang paling atas pada saat saya browsing WM 6 untuk Hermes. Dan kebetulan pula banyak user yang memberi kesaksian positif untuk versi ini.</p>
<p>Proses download tak berlangsung lama, karena file mentahnya hanya sekitar 50 mb. Setelah mengikuti semua petunjuk upgrade ROM, Windows Mobile 6.5 mulai berjalan di HTC Hermes.</p>
<p>Kesan pertama adalah sensasi perbedaan. Home screen dan tampilan menu berubah total. Penuh animasi yang menarik dikemas dengan huruf yang jauh lebih besar. Dikenal sebagai gaya Titanium. Walau ada pilihan untuk balik ke tampilan versi lama, namun default homescreen 6.5 adalah titanium. Tap tombol star di pojok kiri atas, bukan lagi memanggil scroll menu yang berisi deretan program Windows Mobile, namun langsung masuk ke deretan icon program dan icon setting untuk setup OS sesuai keinginan kita.</p>
<p>Layaknya device Windows Mobile saya sebelumnya, PDA phone ini saya gunakan untuk kepentingan email, chat, dan browsing. Maka, utak-utik pertama kali adalah mencoba outlook mobile yang saya setting untuk menerima email rutin. Untuk yang satu ini, tampilan tidak banyak berubah. Termasuk menu dan kolom-kolom yang harus diisi. Satu hal yang menarik buat saya, kini scroll dengan jari sudah sangat sempurna. Tidak diperlukan lagi scrollbar di sisi kanan. Cukup menggerakkan jari ke atas, bawah, atau samping di mana pun, maka text akan mengikuti pergerakannya. Nice. Kini saya tidak tertarik lagi untuk instalasi email client lain.</p>
<p>Untuk browsing, saya masih setia dengan Opera. Internet Explorer bawaan terasa berat untuk di jalankan di Hermes. Ntah bila dengan device terbaru yang memiliki memori lebih besar. Kebutuhan chat saya percayakan kepada Slick. Selain gratis, aplikasi ini lumayan stabil dan ringan.</p>
<p>Satu hal yang agak mengganjal dari Windows Mobile 6.5, setiap kita memasuki icon atau setup sesuatu, kemudian keluar dengan tombol OK, kita akan selalu dibawa ke menu homescreen. Bukan ke menu sebelumnya. Ini lumayan merepotkan. Terutama bila kita banyak melakukan setting menu atau tampilan WM. Apalagi untuk ukuran saya yang sering gonta-ganti OS atau hard reset.</p>
<p>Kesimpulannya, system operasi bergerak yang layak dicoba. Kita seakan memiliki device baru lagi. Penggunaan jari dimaksimalkan. Bila dipadukan dengan launcher yang banyak tersedia, PDA phone akan menjadi gadget yang sempurna.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/byonics.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/byonics.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/byonics.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/byonics.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/byonics.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/byonics.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/byonics.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/byonics.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/byonics.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/byonics.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=byonics.wordpress.com&blog=4224&post=167&subd=byonics&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://byonics.wordpress.com/2009/05/27/windows-mobile-65/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b523009cd4903bb1ac56e8283180d6f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">byonics</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>HILANG AKAL</title>
		<link>http://byonics.wordpress.com/2009/02/09/hilang-akal/</link>
		<comments>http://byonics.wordpress.com/2009/02/09/hilang-akal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 14:11:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgetory]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Motor dan HTML]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Demi memenuhi aroma nafsu yang menghilangkan akal baik, dompet tebal berubah tipis seketika. Dimulai dengan pembelian modem pada postingan sebelumnya, sampai penggantian tunggangan sehari-hari.
Setelah membeli modem, keinginan untuk semakin bermobile ria semakin menggebu. Notebook yang ada sekarang semakin terasa berat. Lirikan utama adalah mencari PC yang ringan, kecil, dan reliable. Pilihan jatuh pada Lenovo S10. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=byonics.wordpress.com&blog=4224&post=159&subd=byonics&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Demi memenuhi aroma nafsu yang menghilangkan akal baik, dompet tebal berubah tipis seketika. Dimulai dengan pembelian modem pada postingan sebelumnya, sampai penggantian tunggangan sehari-hari.</p>
<p>Setelah membeli modem, keinginan untuk semakin bermobile ria semakin menggebu. Notebook yang ada sekarang semakin terasa berat. Lirikan utama adalah mencari PC yang ringan, kecil, dan reliable. Pilihan jatuh pada Lenovo S10. Saya menggaetnya akhir tahun lalu.</p>
<p>Belum seminggu netbook ini saya sentuh, serasa ada sedikit kekurangan yang mengganjal. Beruntung, ada teman kantor yang sanggup menampung UMPC berwarna putih ini. Esoknya, saya berpaling ke sang pioneer netbook. Asus eee.</p>
<p>Netbook sudah di tangan. Tapi masih ada yang kurang untuk benar-benar mobile. Eee ternyata belum bisa dijadikan gadget pemantau dunia maya di setiap tempat. Jadi, target berikutnya adalah ponsel pintar. Pilihannya menggaet salah satu varian blackberry, atau kembali ke pelukan windows mobile, PDAphone. Setelah banyak menimbang, saya masih terlalu cinta pada PDAphone. Agar masih berbau blackberry, saya mencari PDA yang memiliki keyboard qwerty. Dan pulihan jatuh pada Palm Treo 750V.</p>
<p>Sudah puas dengan formasi bermobile ria, kehilangan akal yang paling besar adalah mengganti tunggangan. Tiger 1997 sepertinya sudah terlalu renta untuk melayani tuannya yang masih segar bugar. Akhirnya, awal tahun ini keluar STNK untuk Tiger Revo bermata jereng.</p>
<p><img src="http://i33.photobucket.com/albums/d52/byonics/blog/Picture1.jpg?t=1234187881" alt="Tirev" /></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/byonics.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/byonics.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/byonics.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/byonics.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/byonics.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/byonics.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/byonics.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/byonics.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/byonics.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/byonics.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=byonics.wordpress.com&blog=4224&post=159&subd=byonics&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://byonics.wordpress.com/2009/02/09/hilang-akal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b523009cd4903bb1ac56e8283180d6f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">byonics</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://i33.photobucket.com/albums/d52/byonics/blog/Picture1.jpg?t=1234187881" medium="image">
			<media:title type="html">Tirev</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Huawei E220</title>
		<link>http://byonics.wordpress.com/2008/12/07/huawei-e220/</link>
		<comments>http://byonics.wordpress.com/2008/12/07/huawei-e220/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Dec 2008 05:26:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgetory]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=147</guid>
		<description><![CDATA[Jum&#8217;at 5 December 2008, saya membeli modem untuk koneksi mobile, setelah sekian tahun abuse HP/PDA untuk dijadikan modem. Awalnya, saya cukup puas dengan performa HP untuk koneksi internet via notebook atau PC. Selain mendapat dua fungsi sekaligus, saya juga bisa ber-internet di HP/PDA. Fungsi ini yang membuat saya belum melirik USB modem sebelumnya.
Namun, setelah kemarin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=byonics.wordpress.com&blog=4224&post=147&subd=byonics&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Jum&#8217;at 5 December 2008, saya membeli modem untuk koneksi mobile, setelah sekian tahun abuse HP/PDA untuk dijadikan modem. Awalnya, saya cukup puas dengan performa HP untuk koneksi internet via notebook atau PC. Selain mendapat dua fungsi sekaligus, saya juga bisa ber-internet di HP/PDA. Fungsi ini yang membuat saya belum melirik USB modem sebelumnya.</p>
<p>Namun, setelah kemarin saya melepas PDA, melintas iseng ingin mencoba ketangguhan Huawei E220. Kenapa saya pilih ini, jawabannya super simple. Karena type inilah yang bolak balik saya lihat dan baca di milist atau forum yang membahas per-gadget-an. Sekedar informasi, modem ini sudah mendukung koneksi HSDPA dengan kecepatan maksimal 7,2 Mbps. Spek lengkapnya, bisa minta bantuan Om Google.</p>
<p>Buka online store, mencari stok dan siap cash on delivery. Sore itu juga saya minta barang diantar. Setelah saya terima, langsung colok ke notebook. Modem ini sudah bundled driver dan aplikasi di dalamnya. Tanpa CD. Setup sana dan setup sini, akhirnya saya berhasil download internet. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saat itu, saya masih menggunakan settingan default. Salah satunya untuk koneksi yang WCDMA preferred. Ternyata dengan opsi ini, kecepatan kurang stabil. Bila sinyal HSDPA atau 3G hilang, langsung berpindah ke gprs. Ini yang membuat kecepatan menurun drastis.<br />
<span id="more-147"></span><br />
Ketika saya ubah pilihan ini menjadi WCDMA only, hasilnya luar biasa. Walaupun sinyal HSDPA tinggal satu atau hilang sama sekali, kecepatannya tidak berubah sama sekali. Download internet pun tetap lancar jaya. Sejak Jum&#8217;at hingga Minggu pagi, saya sudah memindahkan beberapa giga file dari internet ke notebook saya. Termasuk Heroes episode anyar untuk session 3.</p>
<p>Hal yang sedikit mengganjal dengan mode WCDMA only adalah modem yang cepat panas. Mungkin ini wajar karena device dipaksa untuk terus mencari sinyal 3G atau 3,5G terbaik.</p>
<p>Yang jelas, sampai sekarang saya puas dengan USB modem keluaran Huawei ini. Pas digandeng dengan unlimited Telkomsel flash.</p>
<p><img src="http://img209.imageshack.us/img209/7127/huaweie220ye4.png" alt="Huawei" /></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/byonics.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/byonics.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/byonics.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/byonics.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/byonics.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/byonics.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/byonics.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/byonics.wordpress.com/147/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/byonics.wordpress.com/147/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/byonics.wordpress.com/147/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=byonics.wordpress.com&blog=4224&post=147&subd=byonics&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://byonics.wordpress.com/2008/12/07/huawei-e220/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b523009cd4903bb1ac56e8283180d6f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">byonics</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://img209.imageshack.us/img209/7127/huaweie220ye4.png" medium="image">
			<media:title type="html">Huawei</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nostalgia Kereta Listrik Jakarta &#8211; Bogor</title>
		<link>http://byonics.wordpress.com/2008/08/31/nostalgia-kereta-listrik-jakarta-bogor/</link>
		<comments>http://byonics.wordpress.com/2008/08/31/nostalgia-kereta-listrik-jakarta-bogor/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Aug 2008 04:17:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[BlogMe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=134</guid>
		<description><![CDATA[Sejak akhir 2001, setelah lulus kuliah, nyaris saya tak pernah lagi menggunakan jasa transportasi KRL Jakarta – Bogor. Transportasi umum yang diandalkan karena kecepatan waktu tempuhnya (bebas macet), daya angkut yang lebih banyak, juga harga yang murah untuk membeli tiketnya. KRL ini dulu menjadi angkutan sehari-hari saya dari rumah ke kampus yang berada di bilangan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=byonics.wordpress.com&blog=4224&post=134&subd=byonics&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sejak akhir 2001, setelah lulus kuliah, nyaris saya tak pernah lagi menggunakan jasa transportasi KRL Jakarta – Bogor. Transportasi umum yang diandalkan karena kecepatan waktu tempuhnya (bebas macet), daya angkut yang lebih banyak, juga harga yang murah untuk membeli tiketnya. KRL ini dulu menjadi angkutan sehari-hari saya dari rumah ke kampus yang berada di bilangan Depok. Dengan rumah saya berada di Jakarta Timur, KRL memang menjadi pilihan yang paling pas.</p>
<p>Selain fitur standar yang ditawarkan KRL, banyak sekali kenangan yang teringat selama menggunakan transportasi rakyat tersebut. Dari kenangan lucu, sedih, romantis, senang, dan pengalaman lain yang tak terlupakan hingga kini.</p>
<p>Hari ini kebetulan saya melakukan ritual rutin pada kendaraan saya di bengkel yang berada di sekitaran Lenteng Agung. Dan, pada waktu yang sama, saya juga harus ke kantor untuk sedikit keperluan. Kantor saya berada di Patung Tani, dekat stasiun Gondangdia. Dengan kondisi ini, angkutan umum yang paling pas adalah dengan naik kereta. Selain agar waktu lebih cepat, juga untuk membangkitkan kembali kenangan lama jaman kuliah dulu. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
<span id="more-134"></span><br />
Sampai di stasiun Tanjung Barat, suasana kental sebuah stasiun masih terlukis jelas. Selain beberapa calon penumpang, petugas penjaga karcis, ada beberapa pedagang kaki lima yang berjajar di sepanjang sisi stasiun. Yang menarik, dulu saya beberapa kali mendapat <em>update</em> lagu-lagu baru justru dari pedagang kaset/CD yang ada di stasiun. Termasuk beberapa pengamen yang hilir mudik di dalam kereta. Kadang, dari lagu yang mereka putar atau mainkan, saya tertarik dengan beberapa lagu yang tidak saya kenal sebelumnya. Biasanya, saya tanyakan teman sebelah saya, atau langsung ke pedagangnya. Dari situ, baru saya cari kasetnya untuk koleksi.. hihihi</p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/train.jpg" alt="Train" /></div>
<p>Menunggu sekitar 15 menit, akhirnya kereta yang dinanti tiba. Hmm, hari Sabtu seperti ini ternyata penumpang kereta tetap penuh. Namun, masih jauh lebih lega dibanding jam-jam pergi dan pulang kantor di hari biasa. Saya mengalaminya selama lebih dari satu tahun. Pasalnya, saya sudah bekerja sebelum lulus. Dan dengan posisi kantor dan kampus yang berada pada jalur kereta, penggunaan jasa kereta listrik terasa lebih efisien. Penuh dan berjubelnya penumpang pada jam pulang kantor, sangat tidak bisa ditolerir. Benar-benar angkutan yang tidak nyaman. Hanya kecepatan waktu tempuh yang saya harapkan waktu itu. Nyaris setiap kali saya berada di dalam kereta, saya selalu berjanji untuk tidak naik kereta lagi. Tapi lucunya, besok hari, saya kembali naik kereta itu. Dan seterusnya.. Hehehe</p>
<p>Baru dua stasiun saya lewati, Pasar Minggu dan Pasar Minggu Baru, kereta yang saya tumpangi harus berhenti lama. Kejadian yang juga sering saya alami dahulu. Mungkin, bila tidak ada sesuatu yang penting, saya hanya mengumpat karena pegal berdiri dengan gerah yang amat sangat. Sama seperti yang saya alami hari ini. Tapi dulu kadang berbeda. Pernah saya harus mengumpat lebih keras karena ada test yang harus saya ikuti dengan waktu yang tinggal sebentar lagi. Atau karena janji dengan teman untuk urusan penting. Kadang saya harus turun dan berganti bis, bila belum ada tanda-tanda kereta akan jalan dalam waktu dekat.</p>
<p>Beruntung hari ini kereta ‘hanya’ tertahan sekitar 15 menit. Cukuplah untuk mengeluarkan peluh dari pori-pori kulit. Saya turun di Gondangdia dengan mengira-ngira stasiun yang sudah dilalui. Walaupun harus berpikir keras, saya berhasil mengingat urutan stasiun sepanjang Tanjung Barat sampai Gondangdia. Dulu, saya sangat hapal urutan stasiun dari Jakarta Kota sampai Bogor. Termasuk perkiraan waktu tiba di setiap stasiunnya. <em>Well</em>, dengan aktivitas bolak balik setiap hari, pastilah urutan ini akan dihapal dengan sendirianya.</p>
<p>Setelah urusan kantor selesai, saya kembali naik kereta api untuk balik ke bengkel. Kali ini, di stasiun Gondangdia, saya harus menunggu lama. Mungkin lebih dari setengah jam. Di waktu menunggu ini, saya melihat kerumunan mahasiswa yang juga ikut menunggu kereta. Tawa dan canda keluar dari obrolan mereka. Nyaris sama dengan yang saya alami hampir 10 tahun yang lalu. Cerita lucu, celaan bocor, atau saling caci pernah saya alami bersama kawan-kawan kampus. Kadang sambil bermain remi bila kereta malam yang kami naiki masih lama tiba di stasiun. Saling cela dan canda ini juga berlanjut di dalam kereta. Sehingga kadang perjalanan menjadi terasa menyenangkan dan tidak terasa jauh.</p>
<p>Kereta dari Jakarta Kota sudah datang. Sekarang penumpang kereta jauh lebih padat dari berangkat tadi. Mungkin karena jeda waktu yang panjang, sehingga penumpang sampai membludak. Pada saat ini, tentu sudah menjadi rahasia umum, banyak yang mengambil kesempatan dalam kesempitan. Nyaris semua penumpang –yang merasa bukan copet-, berusaha melindungi barang-barang miliknya sambil berdesakan. Dan, kecurigaan satu sama lain yang belum kenal pasti terjadi. Yaa, siapa sih yang tidak mau aman pada kondisi tersebut. Alhamdulillah, hingga kini, saya belum pernah mengalami kejadian buruk, dicopet.</p>
<p>Kali ini saya turun di Stasiun Lenteng Agung, dengan selamat. Ah, nostalgia berkereta yang menarik.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/byonics.wordpress.com/134/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/byonics.wordpress.com/134/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/byonics.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/byonics.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/byonics.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/byonics.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/byonics.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/byonics.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/byonics.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/byonics.wordpress.com/134/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/byonics.wordpress.com/134/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/byonics.wordpress.com/134/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=byonics.wordpress.com&blog=4224&post=134&subd=byonics&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://byonics.wordpress.com/2008/08/31/nostalgia-kereta-listrik-jakarta-bogor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b523009cd4903bb1ac56e8283180d6f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">byonics</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/train.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Train</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Keberuntungan Itu Datang</title>
		<link>http://byonics.wordpress.com/2008/08/24/keberuntungan-itu-datang/</link>
		<comments>http://byonics.wordpress.com/2008/08/24/keberuntungan-itu-datang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 24 Aug 2008 02:38:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[BlogMe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=127</guid>
		<description><![CDATA[Sabtu 23 Agustus 2008, sebuah lembaga keuangan tempat saya mencari nafkah, mengadakan acara outing di lokasi yang terkenal dengan kesejukan udaranya. Rumah Cisarua, jalan raya Puncak, Bogor.
Awalnya, saya sempat ragu dengan keikutsertaan saya pada acara ini. Alsannnya, hampir semua rekan team dalam satu unit kerja saya tidak ikut serta. Rata-rata mereka menyesalkan rencana acara outing [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=byonics.wordpress.com&blog=4224&post=127&subd=byonics&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Sabtu 23 Agustus 2008, sebuah lembaga keuangan tempat saya mencari nafkah, mengadakan acara outing di lokasi yang terkenal dengan kesejukan udaranya. Rumah Cisarua, jalan raya Puncak, Bogor.</p>
<p>Awalnya, saya sempat ragu dengan keikutsertaan saya pada acara ini. Alsannnya, hampir semua rekan team dalam satu unit kerja saya tidak ikut serta. Rata-rata mereka menyesalkan rencana acara outing yang nyaris seperti team buliding. Persyaratan barang bawaan pun terasa memberatkan. Well, ini pun sempat terlintas dalam pikiran saya. Karena yang ada di otak saya, outing itu harusnya menikmati suasana alam, hiburan, relax, dan menikmati minuman segar sambil dipijit. heiahiehai..<br />
Tapi, berhubung saya terlanjur niat sejak awal untuk ikut. Sendiri pun saya jalani. Toh masih banyak rekan unit lain yang masih bisa saya &#8216;gauli&#8217;. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Berangkat dari kantor sekitar pukul 8.00, tiba di lokasi sekitar pukul 10.00. Sampai di sana, langsung disuguhkan kopi hangat dan pembagian kaos outing. Dan acara pun siap dimulai.</p>
<p>Berbagai permainan mengalir dengan serunya. Permainan yang ditawari EO lumayan menarik. Jauh dari perkiraan sebelumnya. Hampir semua anggota kelompok aktif mengikuti. Dan hasilnya, kelompok saya meraih juara II. Tentu dengan pengorbanan badan yang pegal-pegal karena banyak aktifitas fisik dalam permainan ini.</p>
<p>Selain permainan kelompok, ada selipan undian doorprize. Hadiahnya pun bervariasi. Dari DVD player, kipas angin, sampai mesin cuci dan kulkas. Dari awal, saya berpikir bahwa saya tidak akan mendapat barang-barang tersebut. Karena memang, seumur hidup tidak pernah mendapatkankannya.</p>
<p>Sampai saat itu, saya berpikir bahwa keberuntungan saya bukan berasal dari undian doorprize. Harus ada usaha untuk mendapatkan segala sesuatunya. Dan memang terbukti, dua kali outing sebelumnya, saya tidak pernah mendapat undian doorprize. Tapi selalu mendapat peringkat pertama untuk lomba kelompok.</p>
<p>Tapi kali ini berbeda. Selain kelompok saya meraih juara II, tanpa diperkirakan, nomor undian saya menjadi nomor yang paling beruntung hari itu. Hadiah grandprize akhirnya bisa saya bawa pulang. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bagi yang percaya akan faktor keberuntungan, tentu ini jadi tanda tanya besar. Apakah keberuntungan -dan kesialan- itu juga tidak selamanya milik beberapa orang saja? Apakah bisa berpindah ke orang lain yang sebelumnya tidak memilikinya? Atau ini akan jadi titik balik akan keberuntungan seseorang?<br />
<em><br />
âPopularity and Glamour are only part of the factors involved in winning elections. One of the most important of all is luck. In my case, luck was always with meâ?</em> â Harry Truman (mantan Presiden United States) â</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/byonics.wordpress.com/127/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/byonics.wordpress.com/127/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/byonics.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/byonics.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/byonics.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/byonics.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/byonics.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/byonics.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/byonics.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/byonics.wordpress.com/127/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/byonics.wordpress.com/127/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/byonics.wordpress.com/127/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=byonics.wordpress.com&blog=4224&post=127&subd=byonics&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://byonics.wordpress.com/2008/08/24/keberuntungan-itu-datang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b523009cd4903bb1ac56e8283180d6f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">byonics</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>WordPress 2.6.1</title>
		<link>http://byonics.wordpress.com/2008/08/18/wordpress-261/</link>
		<comments>http://byonics.wordpress.com/2008/08/18/wordpress-261/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2008 14:43:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=119</guid>
		<description><![CDATA[Dari judulnya, mungkin ada yang menebak bahwa postingan ini berisi cerita tentang wordpress 2.6.1. Keunggulannya, kekurangannya, atau perbandingan dengan versi sebelumnya. Hmm, nggak juga sih. Bukan versi-nya yang akan saya bahas di sini, tapi tentang upgrade wordpress bagi saya pribadi.
Cerita tersebut saya angkat karena proses upgrade ini adalah hal yang baru buat saya. Kemane aje, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=byonics.wordpress.com&blog=4224&post=119&subd=byonics&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dari judulnya, mungkin ada yang menebak bahwa postingan ini berisi cerita tentang wordpress 2.6.1. Keunggulannya, kekurangannya, atau perbandingan dengan versi sebelumnya. Hmm, nggak juga sih. Bukan versi-nya yang akan saya bahas di sini, tapi tentang upgrade wordpress bagi saya pribadi.</p>
<p>Cerita tersebut saya angkat karena proses upgrade ini adalah hal yang baru buat saya. Kemane aje, Bung?! hihihi&#8230; Sebelumnya, saya memang sudah puas dengan wordpress versi jadul, 1.5. Baru sekali upgrade dari versi sebelumnya, sewaktu masih di tempat hosting yang lama. Saat itu, menggunakan cpanel, upgrade wordpress semudah menjentikkan jari. Tinggal masuk menu instalasi, dan otomatis akan ditawarkan versi terbaru. Sekali klik, proses upgrade berjalan dengan sendirinya.</p>
<p>Setelah saya pindah <a href="http://budiyono.com/index.php/2006/03/01/pindah-hosting/">tempat hosting</a>, yang menggunakan DirectAdmin, saya hampir tak pernah melihat menu untuk upgrade wordpress. Ya sudahlah, toh aktivitas blog saya tidak terganggu hanya karena menggunakan versi yang lama.</p>
<p>Sampai sore tadi, saat melihat <a href="http://www.plurk.com/">plurk</a>-an seseorang tentang versi wordpress terbaru, saya tergugah untuk coba-coba upgrade. Seperti biasa, tanya om google dulu bagaimana upgrade wordpress di DirectAdmin. Sampailah saya ke tutorial <a href="http://tech.catscity.net/?p=96">ini</a>. Oh iya, sepertinya ada menu Installatron, yang mungkin fungsinya untuk memudahkan instalasi/upgrade di DirectAdmin. Tapi, untuk sementara saya skip dulu menu ini, dan menggunakan cara upload manual.</p>
<p>Ah, ternyata simple aja yaa. Mulailah saya mengikuti setiap langkahnya. Dari download wordpress 2.6.1 sampai upload ke server nyaris tanpa cela. Ups, ada ding celanya. Berhubung upgrade hanya menggunakan media koneksi gprs, terbayanglah kecepatan proses uploadnya. Mulai proses pukul 16.00, baru selesai pukul 20.00. Padahal, di website WordPress digaungkan proses upgrade hanya memakan waktu tak lebih dari 5 menit saja. hehehe.. Tapi salut juga dengan koneksi Telkomsel hari ini. Notebook saya hidupkan dari pukul 8 pagi, dan langsung sambung ke internet. hanya terputus sekali pada pukul 19.</p>
<p>Sekarang, wordpress saya sudah berjalan dengan versi 2.6.1. Versi paling baru pada saat tulisan ini dibuat. Entah sampai kapan versi ini akan tinggal di server blog saya. Kita lihat saja nanti.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/byonics.wordpress.com/119/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/byonics.wordpress.com/119/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/byonics.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/byonics.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/byonics.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/byonics.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/byonics.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/byonics.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/byonics.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/byonics.wordpress.com/119/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/byonics.wordpress.com/119/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/byonics.wordpress.com/119/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=byonics.wordpress.com&blog=4224&post=119&subd=byonics&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://byonics.wordpress.com/2008/08/18/wordpress-261/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b523009cd4903bb1ac56e8283180d6f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">byonics</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tentang Provider</title>
		<link>http://byonics.wordpress.com/2008/07/04/tentang-provider/</link>
		<comments>http://byonics.wordpress.com/2008/07/04/tentang-provider/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 15:01:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Gadgetory]]></category>
		<category><![CDATA[Komputer]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/index.php/2008/07/04/tentang-provider/</guid>
		<description><![CDATA[Bulan Mei lalu, performance gprs XL sangat mengecewakan. Lambatnya koneksi lebih banyak saya alami pada bulan itu. Bahkan dari bulan sebelumnya. Kesabaran sudah di ambang batas. Dan, berhenti berlangganan XL jadi pilihan paling pas.
Akhir Mei, setelah seluruh proses penghentian layanan XL, saya beralih ke layanan broadband IM2 keluaran Indosat. Dengan pertimbangan berbagai sisi, saya putuskan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=byonics.wordpress.com&blog=4224&post=118&subd=byonics&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Bulan Mei lalu, performance gprs XL sangat mengecewakan. Lambatnya koneksi lebih banyak saya alami pada bulan itu. Bahkan dari bulan sebelumnya. Kesabaran sudah di ambang batas. Dan, berhenti berlangganan XL jadi pilihan paling pas.</p>
<p>Akhir Mei, setelah seluruh proses penghentian layanan XL, saya beralih ke layanan broadband IM2 keluaran Indosat. Dengan pertimbangan berbagai sisi, saya putuskan untuk mengambil paket Eco seharga 160 ribu rupiah untuk 700 mb. Selain untuk mencoba layanannya, pemakain IM2 ini sebenarnya saya posisikan untuk keperluan internet mobile saja. Perkiraan pemakaian mobile, hanya sekitar 500 mb. Berarti paket inilah yang paling cocok. Untuk opsi dengan modem, saya memang kurang tertarik. Selain harganya yang sama saja dengan membeli modem di luar paket, kontrak selama satu tahun terasa memberatkan.</p>
<p>Mencoba koneksi IM2 di sekitaran Pamulang bisa dibilang lebih baik dari XL. Walau ponsel yang saya miliki baru mendukung gprs, koneksi-nya lumayan stabil. Apalagi bila lagi beruntung dapat pinjaman ponsel 3G dari teman serumah. Speed-nya lumayan terdongkrak. Yang mengecewakan justru pada saat menggunakan IM2 di sekitaran Monas. Sebelumnya, saya pernah menggunakan unlimited internet dari Matrix, yang notabene sama-sama produk Indosat. Walau dengan koneksi gprs unlimited yang dikodratkan berjalan lambat, saat itu saya malah merasakan sebaliknya. Dugaannya adalah karena lokasi tersebut sangat berdekatan dengan kantor pusat Indosat di Jalan Merdeka. Kemungkinan mendapat aliran bandwidth berlebih. Namun, IM2 lain hal. Koneksi gprs di sini malah tidak lebih baik dari di Pamulang. Bisa dibilang lebih lambat.<br />
<span id="more-118"></span><br />
Kita tinggalkan dulu cerita tentang koneksi IM2 yang seadanya itu. Bulan lalu, bertepatan dengan ulang tahunnya, Telkomsel secara mengejutkan mengeluarkan paket yang jauh lebih menarik dari paket-paket internet yang pernah ada di negeri ini. Flash unlimited. Dengan merogoh kocek sebesar 125.000, kita sudah mendapatkan koneksi internet unlimited dengan kecepatan 256 kbps. Tentu ini bukan satu-satunya paket unlimited. Ada beberapa paket dengan kecepatan lebih tinggi dengan penyesuaian harga. Termasuk beberapa paket dengan modem.</p>
<p>Ironis? Tentu saja. Mungkin tepatnya, ngeselin. Tumben berita ini tidak beredar sebelumnya. Biasanya, di beberapa milis yang saya ikuti, ada berita-berita menarik yang bocor sebelum keluar di pasaran. Tapi yang ini beda. Tentu saya tidak akan apply IM2, bila saya mengetahui tentang paket ini sebelumnya. Yah, sudahlah.</p>
<p>Pada minggu pertama menggunakan IM2, saya sudah berniat menutupnya paling lama setelah billing pertama. Bersamaan dengan niat tersebut, secara paralel, saya mendaftarkan diri untuk menjadi pelanggan Telkomsel, Halo Corporate. Kebetulan kantor saya ada kerjasama corporate dengan provider satu ini. Menariknya lagi, Halo Corporate ini memiliki paket harga tersendiri untuk Flash. Bila personal seharga 125 ribu, maka corporate hanya dikenakan harga 100 ribu rupiah saja.</p>
<p>Proses registrasinya jauh dari merepotkan. Saya tinggal menghubungi PIC, dan aplikasi dikirim ke kantor. Setelah memenuhi segala syarat administrasi, aplikasi diambil dari kantor. Sama sekali saya tidak perlu repot-repot datang ke grapari Telkomsel. Hanya satu hari setelah aplikasi diambil, Halo saya langsung aktif. Siap registrasi Telkomsel Flash unlimited pada billing berikutnya.</p>
<p>Jum’at lalu saya sudah tutup IM2. Pas akhir bulan Juni, yang bersamaan dengan akhir perhitungan billing. Dan awal bulan Juli, saya registrasi Flash unlimited untuk kartu Halo. Dan untuk sementara, saya kubur dulu niatan untuk menggunakan Fastnet.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/byonics.wordpress.com/118/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/byonics.wordpress.com/118/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/byonics.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/byonics.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/byonics.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/byonics.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/byonics.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/byonics.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/byonics.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/byonics.wordpress.com/118/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/byonics.wordpress.com/118/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/byonics.wordpress.com/118/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=byonics.wordpress.com&blog=4224&post=118&subd=byonics&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://byonics.wordpress.com/2008/07/04/tentang-provider/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b523009cd4903bb1ac56e8283180d6f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">byonics</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Minggu Pagi Di Komplek Rumah</title>
		<link>http://byonics.wordpress.com/2008/05/25/minggu-pagi-di-komplek-rumah/</link>
		<comments>http://byonics.wordpress.com/2008/05/25/minggu-pagi-di-komplek-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 25 May 2008 06:40:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=117</guid>
		<description><![CDATA[Kata olahraga sudah hampir punah dalam kamus hidup saya. Lebih dari dua tahun seluruh tubuh ini nyaris tidak pernah digerakkan atas nama olahraga. Hanya goyangan santai pada dua tangan dan beberapa kali goyangan kepala saya lakukan sebelum berangkat ke kantor. Waktunya, tak lebih dari lima menit.
Sebelumnya, dua tahun silam, saya sempat rutin melakukan olah raga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=byonics.wordpress.com&blog=4224&post=117&subd=byonics&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Kata olahraga sudah hampir punah dalam kamus hidup saya. Lebih dari dua tahun seluruh tubuh ini nyaris tidak pernah digerakkan atas nama olahraga. Hanya goyangan santai pada dua tangan dan beberapa kali goyangan kepala saya lakukan sebelum berangkat ke kantor. Waktunya, tak lebih dari lima menit.</p>
<p>Sebelumnya, dua tahun silam, saya sempat rutin melakukan olah raga pagi di Monas atau Senayan. Berangkat dari rumah pukul 5 pagi, masih cukup waktu untuk berputar-putar sambil menghirup udara segar. Tapi, selama dua tahun belakangan, saya hampir tak pernah lagi memiliki semangat untuk melakukan aktivitas menyehatkan itu.</p>
<p>Saat ini, saya sudah pindah rumah ke daerah Pamulang. Komplek yang saya tinggali kebetulan memiliki suasana yang pas untuk melanjutkan olah raga yang terputus. Setiap minggu pagi, akses jalan dari gerbang komplek sampai mesjid ujung jalan, dengan jarak hampir 5 km, selalu dipenuhi oleh warga komplek dan penduduk sekitar yang ingin menikmati kesegaran dan kesejukan udara di sini.<br />
<span id="more-117"></span></p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/lari1.JPG" alt="l1" /></div>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/lari1a.JPG" alt="l1a" /></div>
<p>Selain orang tua dan anak-anak, mayoritas orang yang berolah raga adalah kaum muda dan remaja. Pantaslah, mungkin bagi mereka, selain berolahraga, tempat ini bisa dijadikan ajang kumpul dan cuci mata di pagi hari. Pasalnya, di sisi-sisi jalan, di mana taman dan rumput hijau menghiasi, banyak tempat-tempat asik untuk bercengkrama. Para penjaja makanan dan minuman tak ketinggalan, siap melayani siapa saja yang membutuhkan sarapan pagi, atau memuaskan dahaga selepas ber-olah raga.</p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/lari2.JPG" alt="l2" /></div>
<p>Minggu ini, saya bangun lebih pagi. Maklumlah, biasanya di hari libur, saya selalu memanjakan diri dengan bangun agak siang. Pukul 5.30 saya sudah siap dengan segenap pakaian olah raga. Berjalan sedikit ke gerbang cluster, saya memulai pemanasan kecil. Di depan sport centre, sudah banyak orang yang memulai olah raga lebih pagi. Baik yang jogging massal, atau bermain tenis.</p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/jogging.JPG" alt="jogging" /></div>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/Tennis.JPG" alt="tennis" /></div>
<p>Saya mulai berlari ke arah gerbang luar kompleks. Kebetulan cluster saya berada di tengah jalan yang menjadi pusat kegiatan. Jadi, dengan mulai berlari ke arah luar komplek, akan terasa pas dengan mengakhiri lari di ujung jalan arah baliknya.</p>
<p>Lebih dari 1 km, saya berlari ke arah taman sebelum pintu gerbang. Berhenti sesaat, dan melanjutkan lari balik arah menuju ujung jalan. Saya terus berlari sampai taman berikutnya. Fiuh, napas yang tak beraturan harus saya rasakan. Maklumlah, ini minggu pertama berolahraga, setelah lama vakum. Saluran napas agak kaget menerima gerakan tubuh berlari dengan jarak agak panjang. Sambil menunggu napas stabil, saya berjalan-jalan kecil di sepanjang taman.</p>
<p>Setelah agak stabil, saya berjalan menyusuri jalan yang sudah dipenuhi orang. Beberapa ratus meter dari ujung jalan, ada pasar kaget yang memang hanya ada di minggu pagi. Puluhan pedagang menawarkan barang dagangannya. Dari pakaian, perlengkapan rumah tangga, kendaraan, sampai pohon hias dan kepingan DVD lengkap dipajang di sana. Bahkan ada pula yang rela memboyong alat elektronik seperti televisi, home stereo, dan mesin cuci elektrik, demi mengejar pembeli yang terlihat memenuhi nilai pasar.</p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/lari3.JPG" alt="l3" /></div>
<p>Di antara kerumunan penjual dan pembeli, saya menyempatkan menengok satu gelar dagangan kaus oblong. Dengan mengeluarkan kocek 25.000 rupiah, saya mendapatkan tiga potong kaus putih polos. Ah, lumayan!</p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/lari4.JPG" alt="l4" /></div>
<p>Sampai di ujung jalan depan mesjid, saya berhenti untuk membeli bubur ayam. Sambil menikmati minuman gratis yang disediakan warga untuk yang berolah raga di sana. Bubur seharga 3,500 ini berhasil membuat saya ketagihan. Tak pelak, tambahan satu mangkuk lagi harus saya utarakan pada penjualnya. Mungkin karena tenaga yang terbuang untuk lari pagi, membuat perut saya terasa kurang untuk terisi hanya satu mangkuk bubur saja. hihihi&#8230;</p>
<div align="center"><img src="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/lari5.JPG" alt="l5" /></div>
<p>Puas dengan  dua mangkuk bubur, menikmati waktu istirahat, saya kembali berjalan menuju kolam renang. Tadinya saya ingin melanjutkan aktivitas olah raga kali ini dengan berenang. Tapi, dengan badan yang sudah agak lelah, saya urungkan niat itu. Mungkin minggu depan. Bila berlari sudah tidak terlalu melelahkan. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /> </p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/byonics.wordpress.com/117/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/byonics.wordpress.com/117/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/byonics.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/byonics.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/byonics.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/byonics.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/byonics.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/byonics.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/byonics.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/byonics.wordpress.com/117/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/byonics.wordpress.com/117/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/byonics.wordpress.com/117/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=byonics.wordpress.com&blog=4224&post=117&subd=byonics&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://byonics.wordpress.com/2008/05/25/minggu-pagi-di-komplek-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b523009cd4903bb1ac56e8283180d6f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">byonics</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/lari1.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">l1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/lari1a.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">l1a</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/lari2.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">l2</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/jogging.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">jogging</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/Tennis.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">tennis</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/lari3.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">l3</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/lari4.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">l4</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.geocities.com/byonics/GaleriBlog/lari5.JPG" medium="image">
			<media:title type="html">l5</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mie Ayam Asun</title>
		<link>http://byonics.wordpress.com/2008/04/11/mie-ayam-asun/</link>
		<comments>http://byonics.wordpress.com/2008/04/11/mie-ayam-asun/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 02:01:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[BlogMe]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan dan Minuman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/index.php/2008/04/11/mie-ayam-asun/</guid>
		<description><![CDATA[Pagi ini, suasana cerah menyelimuti Selatan Jakarta. Macet dan asap kendaraan menjadi menu yang tak terelakkan. Tentu dengan raungan klakson dan permainan gas dari beberapa kendaraan yang tak kuat menahan depresi lalu lintas Jakarta.
Seperti biasa, seakan tak mengindahkan suasana tersebut, bersama belahan jiwa kerap mencari pilihan sarapan pagi. Setiap hari silih berganti. Variasi yang menjadi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=byonics.wordpress.com&blog=4224&post=116&subd=byonics&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pagi ini, suasana cerah menyelimuti Selatan Jakarta. Macet dan asap kendaraan menjadi menu yang tak terelakkan. Tentu dengan raungan klakson dan permainan gas dari beberapa kendaraan yang tak kuat menahan depresi lalu lintas Jakarta.</p>
<p>Seperti biasa, seakan tak mengindahkan suasana tersebut, bersama belahan jiwa kerap mencari pilihan sarapan pagi. Setiap hari silih berganti. Variasi yang menjadi keharusan untuk jiwa yang funky.</p>
<p>Tersebutlah tempat makan di bilangan Menteng Jakarta Pusat. Sebuah tempat penjual mie ayam biasa mangkal setiap harinya. Produk mie yang beberapa kali dibahas di stasiun televisi. Beberapa forum di internet pun tak ketinggalan membahas makanan ini.</p>
<p>Mie Ayam Asun. Konon kabarnya, nama Asun diambil dari daerah asal si penjual. Asun singkatan dari Anak Sunda.<br />
Sebenarnya lokasi yang berada di trotoar depan Sekolah Theresia ini, selalu saya lalui dalam perjalanan dari rumah ke kantor. Rasa ingin mencoba pun selalu terlintas sesaat. Namun, keberuntungan baru saya dapatkan ketika pagi ini sudah mati gaya dengan menu sarapan yang ada.</p>
<p>Selintas, hampir tak ada tempat parkir yang memadai di area ini. Tapi jangan khawatir, pinggir-pinggir batasan trotoar sudah ditetapkan sebagai tempat parkir oleh sekelompok orang di sana.</p>
<p>Tiba saatnya mencari tempat duduk dan pemesanan. Tempat duduk seadanya disediakan penjual. Walau hanya satu kursi memanjang di bawah pohon rindang, suasana nyaman tak lepas dari tempat itu. Dengan menyebutkan jumlah pemesanan, sang penjual dengan segera meracik hidangan hangat tersebut.</p>
<p>Rupanya, SLA dari Mie Ayam Asun ini patut diacungi jempol. Hanya hitungan menit, semangkuk mie ayam sudah sampai di tangan saya. Entah karena masih pagi dan sepi, atau memang biasa seperti itu. Yang jelas, saya puas dengan cepatnya penyajian.</p>
<p>Tampilan satu porsi tidak ada yang istimewa. Sama seperti kebanyakan mie ayam. Terdiri dari mie, ayam, 2 baso, 2 pangsit goreng, dan seledri. Dengan mangkuk bergambar ayam, 2 sumpit merah, plus piring plastik penahan panas. Semuanya masih standar penjualan mie ayam.</p>
<p>Suapan pertama, puluhan lembar mie langsung melesak kedalam mulut saya. Hmmm, rasanya&#8230; Standar! Yeah rite, rasanya masih standar.<br />
Mie ayam yang digembor-gembor memiliki rasa anak sunda ini, ternyata tidak berbeda jauh dengan mie ayam lainnya. Walaupun tidak bernilai minus, tapi juga tidak lebih lezat. Masih kalah jauh dengan mie ayam 4848 di bilangan Kwitang. Ada kemiripan rasa dengan mie ayam di Kebun Sirih. Walaupun masih lebih enak daripada mie ayam Nanang yang rasanya semakin sucks!</p>
<p>Kini, semangkuk mie sudah berpindah kedalam perut. Nyaris tidak ada rasa kenyang. Yup, selain rasanya yang standar, porsinya pun tidak terlalu banyak. Kalah jauh dibanding porsi mie ayam Nanang yang sampai memenuhi mangkuknya. Walau rasanya tetap sucks!</p>
<p>Tiba saatnya perhitungan serius dengan si penjual. Sang belahan jiwa bertanya,&#8221; Berapa, Bang?&#8221;.<br />
&#8220;Sepuluh ribu, Mbak&#8221;, jawab si penjual. &#8220;Heh?!&#8221; gumam saya.. <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Weh, dengan porsi yang sedikit, rasa standar, dan tempat yang seadanya, harga 10 ribu kurang pas untuk dibandrol pada mangkuk mie ayam itu.<br />
Hanya cepat saji yang menarik untuk diberi nilai positif.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/byonics.wordpress.com/116/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/byonics.wordpress.com/116/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/byonics.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/byonics.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/byonics.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/byonics.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/byonics.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/byonics.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/byonics.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/byonics.wordpress.com/116/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/byonics.wordpress.com/116/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/byonics.wordpress.com/116/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=byonics.wordpress.com&blog=4224&post=116&subd=byonics&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://byonics.wordpress.com/2008/04/11/mie-ayam-asun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b523009cd4903bb1ac56e8283180d6f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">byonics</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Depresi</title>
		<link>http://byonics.wordpress.com/2008/03/16/depresi/</link>
		<comments>http://byonics.wordpress.com/2008/03/16/depresi/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 07:20:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>byonics</dc:creator>
				<category><![CDATA[BlogMe]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://budiyono.com/?p=115</guid>
		<description><![CDATA[Pernah ngerasa depresi? Tertekan? Stress berlebihan?
Disebabkan karena berbagai hal, depresi sangat mudah datang pada setiap insan manusia. Penyebabnya pun relatif berbeda. Tergantung kekuatan mental dan pengalaman dari sang individu dalam menjalankan hidupnya. Beberapa masalah yang timbul pada satu individu bisa menjadi beban yang berat pada dirinya. Namun, masalah yang sama belum tentu menjadi beban bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=byonics.wordpress.com&blog=4224&post=115&subd=byonics&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Pernah ngerasa depresi? Tertekan? Stress berlebihan?<br />
Disebabkan karena berbagai hal, depresi sangat mudah datang pada setiap insan manusia. Penyebabnya pun relatif berbeda. Tergantung kekuatan mental dan pengalaman dari sang individu dalam menjalankan hidupnya. Beberapa masalah yang timbul pada satu individu bisa menjadi beban yang berat pada dirinya. Namun, masalah yang sama belum tentu menjadi beban bagi orang lain.</p>
<p>Melihat keberagaman ini, seharusnya satu individu bisa belajar banyak dari individu lainnya. Semakin banyak belajar, semakin kuat individu tersebut menghadapi setiap masalah yang menimbulkan depresi. Tapi ternyata, tidak semua individu mampu menangkap pelajaran ini. Walau kadang pelajaran yang ada sudah di depan mata. Rasa cuek, ketidakmengertian, sampai rasa enggan yang dalam kadang mempengaruhi individu itu untuk tidak belajar.</p>
<p>Rasa penyesalan akan datang dikemudian hari. Biasanya setelah depresi itu sudah datang, dan semua terasa terlambat. Apakah ini terjadi pada semua individu? Atau hanya terjadi pada individu-individu yang bisa dibilang bodoh dalam menyikapi hidupnya sendiri?</p>
<p>Terlalu dini untuk menyimpulkan. Tapi juga akan sangat terlambat bila setiap individu harus mengakui kebodohannya setelah semua masalah terjadi. Ketika depresi sudah menyelimuti dirinya. Sudah tidak bisa lagi berpikir jernih. Bahkan, tindakannya pun sudah tidak bisa dibilang wajar. Tanda kegilaan diujung mata. Cepat atau lambat, semuanya malah akan menimbulkan effect negative yang lebih besar.</p>
<p>Sulit memang, untuk bisa mengerti kenapa semuanya bisa terjadi. Bahkan bisa terjadi berulang tanpa kita bisa mengambil pelajaran dari masalah sebelumnya. Yaa, bila dilihat dari hidup, beberapa orang akan berkata,â?Itulah hidup!â? Gak akan ada hidup yang sempurna. Semua masalah akan menjadi bumbu dalam kehidupan. Tapi tidak terasa cerdas bila selalu berpikir begitu. Pikiran harus dikembangkan. Strategi harus diubah. Kebiasaan lama yang negatif harus disingkirkan. Lihat sekeliling! Banyak banget pelajaran yang bisa diambil dari setiap segi kehidupan. Sekecil apapun.</p>
<p>Kita tak pernah tahu ilmu yang begerlimpangan di sekeliling kita akan menjadi modal yang sangat berharga di kehidupan kita ke depan. Jadi, jangan pernah meremehkan apapun dalam hidup ini. Peduli akan sekitar. Tangkap semua ilmu di sekeliling. Dan jadikan setiap desah napas kita untuk belajar berbagai hal demi kehidupan yang lebih baik.</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/byonics.wordpress.com/115/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/byonics.wordpress.com/115/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/byonics.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/byonics.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/byonics.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/byonics.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/byonics.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/byonics.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/byonics.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/byonics.wordpress.com/115/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/byonics.wordpress.com/115/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/byonics.wordpress.com/115/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=byonics.wordpress.com&blog=4224&post=115&subd=byonics&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://byonics.wordpress.com/2008/03/16/depresi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/b523009cd4903bb1ac56e8283180d6f3?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">byonics</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>